5. [REPOST] BE MY SWEET DARLING

Be My Sweet Darling

KyuMin

YAOI

^^ Happy Reading ^^

Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah asli hasil pemikiran dari otak yadong saya.

WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL

DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^

Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-

Chapter 5

Mentari sudah semakin tinggi, mencoba untuk masuk di sela-sela gorden ruangan yang terdapat dua anak manusia yang sedang tertidur pulas. Bunyi cuitan burung pun seakan menjadi jam weker untuk mereka.

Salah satu dari mereka mulai tersadar dari mimpi indahnya. “Sudah pagi?” Ucap salah satu dari mereka yang baru saja terbangun. Orang itu sedikit mengucek matanya. Saat mata itu terbuka sempurna, ia manangkap sesuatu yang indah di depan wajahnya. Malaikat cantik sedang tertidur pulas. Demi tuhan, ia hampir gila melihat ini. Wajah polos yang sedang tertidur pulas sungguh menarik sesuatu dalam dirinya. Oh tuhan! Jangan biarkan pria terbangun itu mengusik sang malaikat. Ia bisa saja menyerang malaikat tanpa dosa itu jika ia mau, tapi karena cinta yang ia miliki, ia tak sanggup jika harus menyakiti sosok malaikat itu.

“Mingie~ bangun sayang, sudah pagi.” Ucapnya lembut tepat di telinga Sungmin berusaha membangunkan sang pujaan hati.

Sungmin masih tak bergeming. Ia masih saja tertidur dengan memeluk bantal guling yang terlihat nyaman baginya. Tubuh meringkuk tanpa selimut, padahal pagi ini lumayan cukup dingin. Mengingat baru saja membuka musim baru. Musim semi.

“Sayang~ kalau masih ingin tidur, Mingie bisa melanjutkannya di kamar Kyunnie….” Kata Kyuhyun lembut sembari mengelus-elus pipi bulat sang pujaan hati. Semalaman Kyuhyun dan Sungmin tidak tidur di kamar, karena Kyuhyun mengira eomma Sungmin akan menjemput Sungmin, tapi ternyata Sungmin malah menginap dan di biarkan tidur di ruang tv bersamanya. Jika saja Kyuhyun tau kalau eomma Sungmin tak akan datang, ia masih tidur nyenyak bersama Sungmin di kamar hangatnya. Memeluk Sungmin dan tak membiarkan Sungmin lepas barang sedikitpun.

“…..” Tak ada jawaban.

“Baiklah kalau begitu.”

Dengan hati-hati Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin dalam gendongannya. Membawa tubuh sintal itu kedalam kamarnya. Sungmin terlihat masih mengantuk. Kasian jika ia harus terbangun dan terganggu karenannya. Dengan perlahan Kyuhyun meletakkan Sungmin di kasur empuknya. Menyelimuti Sungmin dan duduk di pinggiran kasurnya.

“Mingie~” Panggil Kyuhyun “Kau tau, kau cahayaku, kau kehidupanku, kau nafasku, tanpa mu… hidupku terasa hampa dan begitu menyedihkan. Tetaplah disampingku, aku rela melawan dunia jika itu adalah syarat yang harus aku penuhi untuk mendapatkanmu. Tidak perduli dengan semua cemoohan orang lain. Yang ku tau, kau sempurna di mataku….” Ucap Kyuhyun lirih sembari mengusap pipi gembul kesayangannya. Entah kenapa Kyuhyun begitu menyayangi dan mencintai Sungmin. Tidak berani untuk membuat lecet sedikit pun kulit mulus itu. Tak akan membiarkan mata indah itu menangis karena sedih. Ia ingin melihat senyum indah di bibir cherry itu. Mengecupnya dan menyesap rasa manis yang tiada tara nikmatnya.

.

.

.

.

“Euunghh~ Kyunnie~” Panggil seorang namja cantik yang baru saja bangun dari tidurnya. “Eh? Ini dimana? Apa Mingie sudah ada dirumah Mingie? ” Lanjut namja itu sambil mengucek matanya agar sadar betul dan bisa melihat sekelilingnya.

“Aaaaahhh perut Mingie kenapa berat seperti ini! Ish!” Protes Sungmin ketika mengetahui ada sebuah tangan kekar sedang memeluknya erat. Dibalikkannya tubuh Sungmin dan menghadap tepat di depan namja yang sedang memuluk Sungmin. Ia tersenyum saat memperhatikan wajah tampan itu. Hidung mancung, bibir kissable, mata tertutup dan tak lupa jerawat samar yang terlihat di pipi namja tampan itu.

“hihihi~ Kyunnie tampan”

CUP~

Entah apa yang ada di pikiran Sungmin saat ini. ia ingin sekali mengecup bibir tebal milik namja itu. Hanya menempel tanpa ada lumatan dan hisapan. Menempel saja cukup. Sungmin pun melakukannya tanpa menutup mata seperti apa yang Kyuhyun suruh padanya. Ia selalu membuka matanya dan memandang sosok tampan di depannya. Sesekali Sungmin melepaskan tautan bibirnya dan mengecup lagi bibir tebal milik Kyuhyun –namja itu. Terus saja ia melakukan hal itu sampai mata itu terbuka dan memergoki perbuatannya. Tapi, Sungmin tak menyadarinya, karena Kyuhyun hanya membuka sedikit matanya dan mengintip dari sela-selanya.

‘Oh, Tuhan! Ia memancingku!’ Batin Kyuhyun

Sungmin lagi-lagi melepaskan tautan bibir mereka. jantung Kyuhyun pun detakannya sudah tidak bisa di bilang normal. Kyuhyun benar-benar gila sekarang. Ia tidak bisa menahan semua hasratnya pada Sungmin. Apalagi bibir cherry itu terus saja mengecupinya dengan sangat lembut dan berhasil membangunkan sesuatu yang biasanya tak pernah terselesaikan.

Dengan rasa penasarannya, Kyuhyun membuka mata dan menemukan Sungmin sedang tersenyum dalam kecupannya. Manis dan sangat cantik.

“Eh Kyunnie sudah bangun.” Ucap Sungmin polos saat mengetahui Kyuhyun sudah membuka matanya. Ia tersenyum senang. Menampilkan gigi putihnya seperti kelinci yang baru saja mendapatkan makan pagi.

“Mingie sedang apa?” Tanya Kyuhyun menyelidiki. Ia pun memicingkan mata sebelah kanannya seakan meminta pertanggung jawaban.

“Mencium Kyunnie~” Senyumnya masih setia berada disana.

“Mulai nakal, eoh?” Tanya Kyuhyun menyeringai. Mereka masih berhadapan di kasur tersebut.

“Aniiii… Mingie senang mencium Kyunnie~” Tangan Sungmin terulur menyentuh pipi pucat Kyuhyun.

“Menggodaku, eoh?”

“Anni Kyunnie~!”

“Lalu apa?”

Sungmin menundukan wajahnya karena malu. Diulurkannya tangan Kyuhyun untuk menyentuh wajah Sungmin. Membawanya untuk menatap kembali wajah cantik itu.

“Katakan pada Kyunnie Mingie mau apa, hmm?” Tanya Kyuhyun penuh perasaan.

“Mingie… eumhh… Mingie mau di cium Kyunnie~” Sungmin mulai merajuk. Menatap Kyuhyun dengan mata foxy indahnya. Membuat Kyuhyun tak kuasa menahan pesona kelinci cantik tersebut.

“Kelinci nakal! Suka sekali menggoda Kyunnie, hmm?” Kyuhyun mulai mengusap-usap jari-jemarinya di permukaan wajah Sungmin sampai belahan menggoda itu.

“Mingie tidak menggoda Kyunnie kok.”

“Baiklah kalau begitu. Ciuman selamat pagi untuk Mingie tersayang… pejamkan matamu.”

Sungmin menurut. Ia begitu merindukan ciuman lembut Kyuhyun yang lebih enak dan manis dari ice cream strawberrynya. Melebihi rasa selai coklat kesukaannya. Padahal, baru saja kemarin dan semalam mereka berciuman, tapi Sungmin sudah menginginkannya lagi. Aaaah, mungkin ini lah yang di sebut candu? Mungkin saja iya.

Kyuhyun dengan gerakan lambat dan juga lembut mulai mempertemukan bibirnya dengan belahan merah menggoda itu. Hanya berniat menempelkan saja dan mengecup sedikit. Tanpa ada nafsu dan keinginan untuk lebih. Tapi, tubuh itu mulai bergeser. Menempatkan Sungmin berada di bawah tubuh Kyuhyun. Ia mulai sulit megendalikan dirinya ketika intensitas ciumannya meningkat. Yang tadinya hanya ingin mengecup, tapi sekarang berubah panas. Kyuhyun sudah berani melumat bibir rapuh itu. Mengajaknya menari dan saling memagut. Sungmin terlihat mengerutkan dahinya ketika butuh oksigen. Tapi Kyuhyun masih setia dengan posisinya. Memakan bibir Sungmin dengan sangat lahapnya. ‘Aaaaaaaah, ini begitu menggairahkan. Bagaimana bisa anak keterbelakangan mental seperti Sungmin bisa menggoda seperti ini?’ Kyuhyun mulai membatin

“Mmhh…” Sungmin mendesah protes saat membutuhkan udara. Ia memukul-mukul dada Kyuhyun dan bergerak gelisah.

Akhirnya belahan itu berpisah. Mereka saling terengah. Bibir Sungmin sudah sangat menggoda dan menggairahkan. Berwarna merah dan basah.

“Nghh.. Kyunniehh~ uhhh…” Sungmin terus bergerak gelisah di bawah tubuh Kyuhyun. Padahal ciuman mereka sudah terlepas. Tapi ada apa dengan Sungmin?

“Hhh..hhh.. Mingieh kenapa?” Kyuhyun juga masih terengah. Masih berusaha setenang mungkin agar tak terbawa suasana yang mulai menjadi panas.

Mata Sungmin terpejam. Ia masih bergerak-gerak gelisah. Tapi gerakannya seperti menggoda Kyuhyun untuk menyentuhnya lebih. Sungmin masih terengah. Bibir merah itu terbuka dan mulai mendesah lagi.

“Aaahh.. Kyunnieh~ panassh….” Nafas Sungmin mulai memburu ia menggerakan kedua tangannya mengelus-elus dadanya. Kaki yg tadinya terlentang, sekarang menekuk dan memposisikan Kyuhyun berada di tengahnya. Kyuhyun bingung ketika melihat perubahan mendadak itu.

“Mingie… Mingie… apa tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun khawatir. Ia masih berada di atas tubuh Sungmin.

“Uuuuh~ Kyunnieh…. Panasshhh uuunnhh~”

“Apa yang panas? Beritahu padaku.”

“Badan Mingie tiba-tiba panash semuah.. uuhhh…”

Kyuhyun bingung. Tak ada yang bisa ia lakukan selain terkejut. Wajahnya benar-benar menyiratkan kebingungan yang amat sangat. Dan….

DEG!

Kyuhyun merasakan sesuatu menyenggol bagian selangkangannya. ‘OH TUHAN! jangan katakan kalau Sungmin terangsang?’ Batin Kyuhyun. Di liriknya bagian itu. Bagian yang hanya tertutupi celana hotpans karena Sungmin hanya memakai kemeja kebesaran milik Kyuhyun dari kemarin.

Ingin sekali mengutuk dirinya karena sudah berbuat berlebihan terhadap Sungmin. Ia terangsang terhadap apa yang Kyuhyun lakukan. Kyuhyun bingung. Bagaimana cara menenangkannya. Tiba-tiba ia ingat sesuatu, kue.. kue yang eomma Sungmin berikan masih ada di kulkas. Masih untuh dan belum di makan. Kyuhyun berniat beranjak dan mengambil kue itu di kulkas, tapi…..

“Kyunnie mau kemana? Mingie panasss.” Sungmin dengan segera menahan tangan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun berhenti dari pergerakannya. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin, dan demi dewa yang paling cantik di dunia ini, ia sangat menggoda. Ia menegang dan ia benar-benar terangsang saat ini.

“Ahh..eumm aku mau ambil sesuatu dulu di dapur… ambil kue mu… ya kue mu.” Jawab Kyuhyun gugup.

“Mingie tidak mau kue… Mingie kepanasan dan ini sesak.”

Kyuhyun yang masih setengah berdiri dari ranjangnya mulai meneguk salivanya saat Sungmin mulai beranjak dan mendekat kearah tubuh Kyuhyun. 2 kancing bagian atas kemeja kebesaran itu terbuka dan menampilkan kulit mulus bak kapas di hadapannya. Sungmin semakin dekat dan berhasil memeluknya. Sungmin memeluk Kyuhyun erat diatas ranjang itu. Tidak mengizinkan Kyuhyun pergi dari sisinya. Nafas Sungmin memburu, ia tidak bisa mengatasi nafsunya sekarang.

“Jangan pergi Kyunniehhhh~ eummhh…”

Sungmin semakin mengeratkan pelukannya. Kyuhyun gelagapan dan hilang keseimbangan ketika wajah Sungmin menempel di dadanya. Kyuhyun terjatuh diatas ranjang dengan keadaan Sungmin berada diatas tubuhnya.

‘Oh Shit! Apa anak keterbelakangan mental akan seagresif ini jika sedang terangsang?’ Kyuhyun bertanya-tanya dalam dirinya. Ia tidak tau harus lakukan apa.

Dua genital itu sudah saling membengkak, Kyuhyun sudah menahan hasrat itu sendari tadi. Apalagi setelah melihat Sungmin seperti ini. semakin saja genital itu membesar. Kyuhyun juga hanya menggunakan pakaian santai yang mudah sekali di lepas jika ia mau, tapi ia tak ingin menyakiti Sungminnya.

“Mingie.. kita makan kue sebentar ya~” Ajak Kyuhyun.

Sungmin menggeleng.

Kyuhyun hilang akal. Ia bingung. Apa yang Kyuhyun lakukan. Tapi tiba-tiba bayangan Siwon melintas di otaknya. Mungkin saja meminta tolong pada Siwon akan menolongnya dengan imbalan memotret lagi. dengan tergesa ia meraih kantung celananya. Terdapat ponselnya disana. Ia berniat menghubungi siwon.

Kyuhyun mulai mencari kontak nama Siwon, setelah menemukan nama itu, ia menekan tombol hijau dan mengarahkan ponselnya ke telinga. Sungmin masih bergerak-gerak gelisah di atas tubuh Kyuhyun dan dengan ketidak sengajaan menggesek-gesekan 2 genital tegang itu. Kyuhyun ingin mendesah, di tambah nafas memburu Sungmin berada di lehernya. Tak lama kemudian,…..

“Hallo Kyu, waeyo?”

“Ahhh.. Hyung akhirnya kau angkat juga. Cepat kerumah ku dan bantu aku! Ahnn Sung…min~”

“Tapi ada apa?” Tanya Siwon panic

“Cepat lah Hyung! Bantu aku, nanti aku jelaskan. Nanti jika sudah sampai, kau ambil kue strawberry di kulkas ku dan bawa kue itu ke kamarku. Cepat! Ini darurat!”

“Ah ya, aku akan kesana!”

.

TUT TUT TUT…..

.

Sambungan sudah terputus. Sekarang tinggal Kyuhyun untuk menahan Sungmin agar bisa bertahan selama Siwon belum datang.

“Kyunniehh~ menelpon siapa, eohhh?” Tanya Sungmin masih dengan nafas memburu.

“Siwon hyung, Mingie~.. aaaah jangan bergerak seperti ini…” Protes Kyuhyun ketika genitalnya tersenggol lagi.

‘Aku harus menciumnya… aku harus menciumnya sampai Siwon hyung datang! Ya, mencium Sungmin!’

Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin yang tenggelam di ceruk lehernya. Mensejajarkan wajah mereka dan saling menatap. Bibir itu sudah memanggilnya sendari tadi. Minta di kecup, di lumat, di jilat dan digigit. Dada yang sedikit terlihat karena 2 kancing kemeja terlepas seakan mengundangnya untuk membuat banyak kissmark disana. Ya tuhan, sekarang lidah Kyuhyun sudah menjilat bibirnya sendiri. Masih kah Kyuhyun menahan hasratnya? Dengan gerakan sangat pelan, bibir mereka bertemu kembali. Tidak seperti awal hanya mengecup, tapi ada lumatan dan jilatan di setiap kecupannya. Sungmin mengerang. Melenguh dan meminta lebih dari ciuman itu. Kyuhyun terus saja menguasai bibir itu seorang diri. Sungmin benar-benar candu untuknya. Tidak akan ada bibir senikmat bibir yang Sungmin miliki. Ia terus menghisap dan menghisap, sampai jilatan terakhir di bibir Sungmin menyambungkan ciuman itu turun ke leher mulus milik sang malaikat.

“Ngahhh~” Sungmin mendesah. Ia tidak tau bagaimana cara menggambarkan rasa yang ia rasakan sekarang. Ia hanya bisa mendesah sekeras mungkin.

Leher itu sudah basah, Leher itu sudah licin, dan leher itu sudah penuh dengan kissmark yang Kyuhyun buat. Kyuhyun terus saja menjilatin leher itu dari bawah keatas dengan tempo yang sangat cepat. Bagaikan sedang menjilat permen strawberry yang sangat nikmat.

“Nghh…Uuuhhh~” Sungmin melenguh kembali. Ia begitu menikmati kegiatannya sekarang. Aaaaah, sebenarnya apa yang sedang dilakukan…

Dengan sangat cekatan, Kyuhyun merubah kembali posisinya. Menempatkan dirinya diatas Sungmin. Kyuhyun langsung meneguk salivanya lagi saat melihat bibir merah basah, leher penuh kissmark dan juga basah, tak lupa pula kancing kemeja itu terbuka lebih banyak. 4kancing sudah terlepas. Kyuhyun sudah terbawa nafsunya sekarang.

“Kyunniehh~ cium lagi…” Pinta Sungmin manja. Anak ini!

Dengan senang hati Kyuhyun meraup –lagi belahan menggoda itu. Menghisapnya dengan intensitas yang tidak bisa di bilang lembut. Membuat Sungmin semakin mengerang dan mengerang kenikmatan. Tangan Kyuhyun tak tinggal diam, ia meraba semua yang ingin ia sentuh. Termasuk tonjolan berwarna pink yang sangat ia inginkan dari kemarin. Jika saja Siwon tidak datang!

“Ahhh~ Kyunniehh… gelihh ahhh eummhh~” Sungmin mendesah lagi. tapi kali ini ia menahannya dengan menutup bibirnya rapat-rapat. Mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun.

“Terus panggil namaku sayang~”

“Aaahhh Kyuhh~”

Kyuhyun semakin merundukan wajahnya. Mensejajarkan dengan tonjolan merah muda itu. Ia menjilat sendiri bibir tebalnya. Mengisyaratkan jika ia sudah tidak bisa menahannya sekarang. Kyuhyun menjulurkan lidahnya. Menjilat kecil benda itu untuk yang peratama kali. Membuat Sungmin semakin menggeliat pasrah di bawah tubuhnya. Demi tuhan! Sungmin sangat pandai menaikan libido seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menjilat nipple Sungmin semakin cepat. Memutari benda pink itu dengan penuh nafsu. Tak ingin disebut pilih kasih, Kyuhyun menempatkan satu tangannya di nipple satunya lagi. menekan-nekan dan menyentil sedikit. Membuat Sungmin menggelinjang hebat. Genital Sungmin juga sudah sangat menegang sekarang. Tapi Kyuhyun tak ingin menyentuh benda itu. Ia hanya ingin melakukan foreplay sebelum Siwon datang.

Kyuhyun kembali memanjakan kedua nipple Sungmin dengan lidah dan jari-jarinya. Ini sungguh nikmat. Pertama kali merasakan kelembutan tubuh mulus itu. Sungmin menutup matanya. Ia menikmati semua yang Kyuhyun lakukan.

.

BRAK! “KYUHYUN! ADA AP….” Pintu kamar tebuka, dan menampilkan seorang pria gagah berdiri di pintu itu. Orang itu terkejut ketika melihat 2 orang yang sedang bernafsu.

Kyuhyun menghentikan kegiatan mengisapnya. Ia melirik kearah pintu. Ada perasaan kesal juga, tapi ini untuk Sungmin.

“Hyung! Cepat kemarikan kuenya!” Ucap Kyuhyun sedikit terengah

“I-iy-yaa..ya.. aku kesana.” Ucap Siwon gugup. Siapa yang tak gugup melihat siaran langsung video yadong walau hanya beberapa adegan saja.

“Mana kuenya?” Tanya Kyuhyun. Dan siwon langsung menyerahkannya. Sungmin pun masih menutup matanya dan terus memburukan nafasnya. Karena tangan Kyuhyun belum lepas dari nipple satunya.

“menjauhlah Hyung! Kau jangan lihat ini! orang mesum seperti mu bisa saja menyerang Sungmin!” Kata Kyuhyun seenaknya. Bukan rasa terimakasih yang ia ucapkan. Tapi malah kalimat menyebalkan yang ia katakan. Ia benar-benar kurang ajar. Sebenarnya yang mesum itu siapa?!

“Oke..oke..” Siwon menyerah dan keluar dari kamar itu.

Seberjalannya siwon kearah pintu, Kyuhyun menaruh beberapa potong kue di mulutnya, tidak ia makan. Hanya menggigitnya dan ketika Kyuhyun mencium Sungmin kembali, kue itu masuk di mulut Sungmin. Membiarkan Sungmin memakan kue itu di dalam ciumannya.

“Mingie~” Panggil Kyuhyun lembut

“Hmmhh~” Jawab Sungmin lemas.

.

CUP~

.

Kyuhyun kembali mencium Sungmin. Tidak dengan nafsu, tapi hanya menyalurkan kasih sayang yang ia punya. Tak lupa kue yang sudah melesak masuk kedalam mulut Sungmin karena dorongan lidah Kyuhyun dan di makan oleh Sungmin sedikit demi sedikit. Sungmin tidak mengerti, tapi ia mengikuti apa yang Kyuhyun lakukan. Semakin lama kue semakin menipis di mulut Sungmin. Kyuhyun bisa merasakan itu karena ia tak melepaskan sedikit pun kontak bibir mereka. sedikit demi sedikit pula genital namja manis itu kembali normal. Karna Kyuhyun masih mendekap tubuh itu erat. Kyuhyun tersenyum lembut di balik ciuman itu. Ia membuka matanya dan menemukan Sungmin melihatnya dengan mata polosnya. Sungmin tersenyum di dalam ciuman itu.

“Sudah baikkan? Apa masih panas?” Tanya Kyuhyun ketika bibir mereka terlepas.

“Eh? Kyunnie sedang apa? Iish, tidak sopan diam-diam mencium Mingie!”

“Ah?” Kyuhyun melotot. Ia tak menyangka sedrastis ini kah Sungmin berubah.

Sungmin sudah kembali normal. Ia masih mengerjap lucu di bawah tubuh Kyuhyun. Mata polosnya terus saja menatap Kyuhyun heran.

“Apa sudah selesai?” Tegur seseorang diluar sana.

Sungmin yang mendengar suara itu langsung mendorong tubuh Kyuhyun yang berada di atasnya. Mengakibatkan Kyuhyun tersungkur di ranjang itu.

“Aaaaaah ada Siwon ahjusshi!” Teriak Sungmin senang. Sungmin beranjak dari kamar itu dan berlari ke sumber suara. Berbeda dengan Kyuhyun yang sedang jengah karena ulah Sungmin. Ia merutuki kesialannya. ‘Tau begini lebih baik aku serang saja tadi’ batin Kyuhyun.

“Siwon Ahjusshiii… sedang apa kemari?” Tanya Sungmin sumringah dan langsung berhambur di pelukan Siwon.

“Aaah, Sungmin-sshi… jangan lakukan ini. kau tahu tidak, aku sebentar lagi akan mati jika membiararkanmu memelukku seperti ini.” Tutur Siwon ngeri karena mendapat deathglare mengerikan dari arah pintu kamar Kyuhyun.

Sungmin akhirnya melepaskan pelukannya. Matanya berkaca-kaca seakan memperlihatkan kesedihan disana. “Siwon ahjusshi benci Mingie, eoh?” Ujarnya.

“Tidak Sungmin-sshi… aku tidak membencimu, tapi aku membenci tatapan orang itu.” Siwon menunjuk Kyuhyun. “Kyuhyun-ah… sudahlah… aku tidak melakukan apapun pada Sungmin-mu.” Protes Siwon karena deathglare itu tak segera di hentikan.

“Ne!”

“Bukannya berterimakasih aku sudah menolongmu. Tapi malah seperti ini yang kau lakukan padaku. Kalau saja kau bukan adiknya Ahra, sudah ku bunuh kau sekarang juga!”

“Jangan membunuh Kyunnie, Siwon ahjusshi… Mingie yang salah sudah memeluk Siwon ahjusshi… maafkan Mingie ne?” Ucap Sungmin sambil memasang puppy eyesnya dan menggulung-gulung ujung kemeja kebesaran itu dengan jarinya. Kyuhyun yang menyadari Siwon yang sudah melihat dada mulus Sungmin karena kancingnya belum di tutup langsung berlari kearah Sungmin dan mengancingkan kembali bajunya.

“Mingie sayang~ kau sedang tidak aman sekarang~” Ujar Kyuhyun dengan sedikit penekanan.

Siwon yang melihat itu hanya bisa menggeleng saja. Ia tidak pernah melihat Kyuhyun se-protectif ini kepada seseorang kecuali kameranya. Ia akan mengizinkan siapapun meminjam yang ia punya tapi tidak untuk kamera kesayangannya dan Siwon sekarang melihat itu pada diri Sungmin. Ia melindungi Sungmin dengan segenap rasa yang ia punya. Malahan sekarang kamera lah yang tak ia sentuh sedikitpun.

“Oh iya, Siwon hyung… terimakasih untuk bantuannya. Aku tertolong tadi…”

“Sekarang aku sedang tidak butuh kata-kata itu.”

“Lalu?”

“Aku ingin hasil memotretmu!”

Kyuhyun diam.

“Tidak mau memotret lagi, eoh?”

Kyuhyun tetap diam.

“Kalau begitu Sungmin-mu ku pastikan tidak akan selamat…” Ucap Siwon menyeringai menang.

Kyuhyun melotot. “ANDWAE HYUNG! JANGAN PERNAH MACAM-MACAM DENGAN SUNGMIN-KU!” Protes Kyuhyun. Ia membentak Siwon di depan Sungmin dan membuat Sungmin terbelalak kaget. Ia bersembunyi di balik tubuh Siwon.

“Kyunnie seram…” Ujar Sungmin.

Kyuhyun yang sadar itu langsung mendekat kearah Sungmin dan membawa Sungmin dalam pelukannya. “Maafkan Kyunnie ya~ Kyunnie hanya takut kehilangan Mingie, karena Mingie sedang tidak aman sekarang.” Terang Kyuhyun.

Sungmin hanya mengangguk di dalam pelukan Kyuhyun. Ia hanya kaget saja ketika melihat Kyuhyun berubah kasar pada Siwon. Padahal Siwon hanya berniat untuk mengejeknya saja.

“Ya sudah, aku tidak bisa berlama-lama disini… ini sudah siang dan aku harus ke kantor! Kau ini! haish… kalau saja Ahra tak menitipkanmu padaku, sudah ku bunuh kau!”

“Kau sudah mengatakannya tadi! Sana pergi. Aku akan mengantar Sungmin pulang!”

“Dia menginap?”

“Iya? Kau mau apa?”

Siwon berjalan kearah Sungmin dan menatap Sungmin. “Hati-hati dengan srigalanya ya Sungmin-sshi.”

“Bicara apa kau?” Ucap Kyuhyun memotong.

“Ya baiklah… aku pamit. Annyeong Sungmin-sshi. Dan kau! Ingat ucapanku! 2 hari lagi ku tunggu hasilnya di kantor! Ajak Sungmin untuk jadi object mu… aku permisi!”

Akhirnya Siwon pulang. Ia begitu mengharapkan Kyuhyun dapat memotret lagi. Kyuhyun yang mendengar itu hanya bisa terdiam kaku. Ia ingin memotret tapi ia takut jika hasilnya tak memuaskan. Bagaimana jika trauma itu teringat lagi. bagaimana jika sang eomma terbayang-bayang lagi di setiap pikirannya. Tapi apa boleh buat, Kyuhyun harus melakukannya karena itu imbalan untuk Siwon yang sudah menolongnya. Dengan ragu-ragu ia berjanji akan melakukannya.

“Kyunnie~… Kyunnie~ kenapa diam ?”

“Ah, ya… maafkan aku sayang~ ayo sekarang kita bersiap.”

“Mau kemana?”

“Waktumu untuk pulang sayang~ sekalian aku minta izin untuk membawamu pergi berlibur.”

“Kemana?”

“Rahasia~….”

Sungmin mengerucukan bibirnya ketika tak mendapatkan jawaban yang ia harapkan. Sungmin penasaran. Ia terus saja menanyakan hal itu pada Kyuhyun. Tapi ia hanya dapat kecupan singkat dibibirnya.

.

.

.

“Sudah siap?” Tanya Kyuhyun lembut pada Sungmin yang masih saja mengerucutkan bibirnya.

Siang ini Kyuhyun berniat mengantarkan Sungmin pulang. Mengingat hampir seharian ia di rumah Kyuhyun. Walaupun eomma Sungmin yang mengantarnya kemarin, tapi Kyuhyun masih sama memiliki rasa tidak enak jika Sungmin lama-lama berada di tempatnya. Padahal Kyuhyun senang sekali bisa bermanja-manja dengan Sungmin.

“Ayo naik sayang~” Ajak Kyuhyun pada Sungmin untuk menaiki motor besarnya.

Sungmin menggeleng.

“Tidak mau? Ya sudah kalau begitu Kyunnie tidak akan membelikan ice cream untuk Mingie lagi dan mencium Mingie lagi. setuju?” Kyuhyun mulai menggoda Sungmin.

“Andwae Kyunnie jahat sekali. Ice cream saja tidak apa-apa, tapi Kyunnie sudah janji untuk selalu mencium Mingie kan?”

“Arraso, cepat naik!”

Sungmin pun dengan pasrah akhirnya menaiki motor milik Kyuhyun. Walaupun tetap saja bibirnya masih mengerucut.

“Pegangan yang kuat.” Ujar Kyuhyun.

Sungmin melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun. Memancing debaran tak menentu dalam diri Kyuhyun. Gejolak yang salu berhasil Sungmin ciptakan.

“Lebih erat sayang~ seperti ini….” Kyuhyun mempererat pelukan Sungmin di perutnya. Mengelus dan tetap memegang tangan itu agar tak terlepas. Ia tersenyum bahagia. Tak beda dengan Sungmin, ia pun menyandarkan kepalanya di punggung hangat Kyuhyun. Mengeratkan pelukannya membuat ia semakin nyaman berada di dekat Kyuhyun.

Kyuhyun mulai menjalankan motornya perlahan. Membuat hawa dingin masuk ke sela-sela pori-pori mereka. Kyuhyun bahagia. Ia sangat bahagia. Bisa memeluk, mencium dan memiliki Sungmin sekarang ini. ia bersumpah, akan selalu melindunginya.

.

.

.

“Mingie~ sudah sampai sayang… ayo bangun.” Panggil Kyuhyun membangunkan Sungmin yang tertidur di punggungnya.

Selama perjalanan Sungmin tertidur di punggung Kyuhyun. Mungkin karena cuacanya sangat nyaman, membuat ia merasa semakin nyaman jika tidur di punggung tegap itu. Kyuhyun pun tak sekali pun melepaskan tangannya di tangan Sungmin yang melingkar erat di perutnya. Ya, bisa di bilang Kyuhyun mengendarai motornya dengan satu tangan saja. Hebat bukan? Kekuatan cinta….

Hari ini Kyuhyun mengantar Sungmin ke caffe sang eomma. Karena jika di antar kerumah, mereka tidak akan bertemu siapapun. Sungjin –adik sungmin sedang ada ujian masuk unniversitas dan Sungmin juga tidak memiliki appa. Hanya eomma dan Sungjin lah yang ia miliki sekarang. Mungkin di tambah Kyuhyun.

Sungmin melepaskan pelukannya. Ia mulai mengucek kedua matanya. Kyuhyun yang melihat adegan imut itu hanya bisa meneguk saliva. ‘Dia melakukannya lagi! ia selalu menggodaku dengan sikap tak terduganya’ Batin Kyuhyun

“Mingie~ ayo turun sayang….”

“Ne Kyunnie~”

.

.

.

“Eommaaaaaaa~” Panggil Sungmin yang berlari dari luar caffe untuk menemui eommanya.

Sang eomma yang sedang berdiri di meja kasir hanya tersenyum saja melihat kelakuan anak sulungnya. Sungmin akan selalu begitu jika sedang merindukan seseorang.

“Mingie sayang~” Ujar eomma Sungmin merangkul sang putra sulung.

Sungmin melepaskan rangkulan eommanya dan menatap sang eomma secara tajam. Sepertinya ia akan memprotes lagi mengenai nama panggilan itu.

“Ish! Eomma lupa yaa?! Eomma hanya boleh memanggil Mingie dengan sebutan Minnie. Karena Mingie cuman boleh Kyunnie saja yang memanggilnya seperti itu! Arra?!” Jelas Sungmin.

“Arra… Arra eomma lupa… hehehe~”

Sungmin kembali memeluk sang eomma. Tak lama adegan mesra tersebut terjadi, Kyuhyun datang dan memberi salam pada eomma Sungmin. Ia tersenyum lembut. “Terimakasih untuk menjaga Sungmin semalaman. Aku tidak pulang dan Sungjin pun sedang tak di rumah. Makanya aku tak menjemputnya…” Ujar eomma Sungmin berusaha menjelaskan.

“Gwenchana eommanim…”

“Apa Sungmin rewel?”

Tiba-tiba Kyuhyun diam saat mendapat pertanyaan itu. Ia ingat lagi kejadian beberapa jam lalu di rumahnya.

“Hmm… Sungmin dia tidak rewel kok eommanim. Dia hanya sedikit tidak mau diam…”

“Maafkan anakku sudah merepotkanmu.”

“Sungmin tidak merepotkan juga kok. Kalau saja eommanim sibuk, aku bersedia menjaga Sungmin.”

“Terimakasih banyak Kyuhyun-sshi~ nah sayang, senang bukan menginap di rumah Kyunnie?”

Sungmin mengangguk. “Rumah Kyunnie sangat bessaaaar eomma. Kamarnya pun penuh dengan foto Mingie. Indah sekali~” Papar Sungmin jujur. Eomma Sungmin hanya bisa tersenyum ketika melihat senyum lembut di bibir putranya.

“Lain kali kau harus menunjukannya padaku, Kyuhyun-sshi~” Protes eomma Sungmin tak terima.

“Ah, ne eommanim… sebenarnya temanku yang menunjukannya pada Sungmin. Ruangan itu memang khusus aku buat untuk perkembangan Sungmin.”

Senyum mengembang sempurna di bibir sang nyonya Lee. Ia begitu kagum terhadap sosok pemuda tampan di hadapannya ini. Hanya manusia yang tidak normal mau mengikuti Sungmin kemanapun ia pergi. Mengharapkan Sungmin dan segalanya mengenai Sungmin. Begitu bersyukur ia bisa mengenal seorang Cho Kyuhyun.

Eomma Sungmin masih memeluk Sungmin. Mengusap-usap ceruk leher putranya. Tapi mata itu tiba-tiba menemukan titik yang cukup membuatnya penasaran.

“Minnie~ leher mu kenapa sayang?” Tanya eomma Sungmin ketika menemukan tanda merah samar di lehernya.

“Ahh? Mingie tidak tau~” Jawabnya polos masih memeluk sang eomma.

Mendapat jawaban tak memuaskan, eomma Sungmin pun melirik Kyuhyun. Kyuhyun yang sedang berdiri dihadapannya hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Ulaah serangga kah Kyu?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya. Ia takut eomma Sungmin akan memukulinya atau membunuhnya karena sudah melecehkan putranya. Ia masih menunggu jawaban Kyuhyun. Tapi Kyuhyun malah terlihat gelisah dan canggung. Semakin saja ia menggaruk tengkuknya.

“Dasar serangga nakal~” Ujar eomma Sungmin tersenyum. Eomma Sungmin tau, pasti itu ulah Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar itu hanya bisa tersenyum canggung. Dasar namja mesum!

Setelah mengobrol banyak dengan eomma Sungmin, Kyuhyun pun izin untuk pamit. Mengingat ia memiliki niat untuk mengajak Sungmin berlibur. Ia pun meminta izin pada eomma Sungmin.

“Eommanim, ada yang ingin aku katakan.”

“Katakan saja Kyu~”

“Aku ingin mengajak Sungmin berlibur. Hanya satu hari… apa eommanim mengizinkan?”

“Hmm?”

“Tapi jika eommanim tak mengizinkan pun tidak apa-apa…”

“Aku tidak bilang seperti itu.”

“Jadi?”

“Kau boleh mengajaknya. Tapi aku tidak bisa menjamin jika Sungmin rewel dan minta macam-macam. Memangnya mau kemana?”

“Aku berniat ingin mengajak Sungmin kedaerah yang sejuk. Tanpa polusi. Mungkin untuk terapi Sungmin juga. Aku ingin melihatnya sembuh.”

“Baiklah. Aku titip Sungmin ku ne Kyuhyun-ah…”

“Ne eommanim.”

“Kapan kalian berangkat?”

“Sore ini.”

“Aku akan menyuruh Sungjin untuk mengemas pakaian Sungmin.”

“Tidak membawa pakaian pun tidak masalah eommanim.”

Eomma Sungmin menengok kaget. “Maksud- maksudku bukan seperti itu… aku bisa membelikannya untuk Sungmin di perjalanan nanti…” Jelas Kyuhyun canggung.

“Kau ini~ ya sudah… hati-hati diperjalanannya.”

“Ne, aku pamit mau ke kantor sebentar…”

“Ne~”

Kyuhyun beranjak dari caffe itu. Meniggalkan Sungmin yang sedang menikmati susu dan kue kesukaannya.

.

.

.

CC Corporation

Kyuhyun mendatangi perusahaan Siwon hari ini. tidak untuk mengatakan ‘Ya’ tentang apa yang mereka bicarakan kemarin dan tadi pagi di rumah Kyuhyun. Hanya berniat untuk berkunjung. Kyuhyun meyamankan dirinya di kursi sofa ruangan Siwon. Merebahkan tubuhnya yang tegang agar terasa rilex.

“Ada apa kemari?” Tanya Siwon berjalan mendekati Kyuhyun.

“Tidak boleh aku datang ke perusahaan kakakku sendiri?”

“Bukan begitu Kyu~ kau ini! ayo katakan, ada apa sebenarnya?”

“Eumm… begini, kau serius meminta ku untuk memotret Sungmin? Tapi ada hal yang mesti kau tau….”

Siwon penasaran. Ia mengangkat satu alis sebelah kanannya. “Katakan apa itu?” Ucap Siwon akhirnya.

“Eumm… kau tau bukan jika di daerah sini tidak ada hal bagus untuk di potret dan aku merencanakan sesuatu dengan Sungmin. Aku mengajaknya untuk pergi berlibur. Hanya satu hari dan kebetulan aku tidak punya uang. Apa kau bisa membayarku di muka?”

Siwon mengernyitkan dahinya. Ia mengok kearah Kyuhyun dan mulai memperlihatkan smirknya.

“Maksudmu kau datang kesini meminta ongkosmu?”

“Kasarnya seperti itu. Tapi kali ini aku berbicara sopan padamu. Mohon hargai aku!”

“Sejak kapan kau tak memiliki uang?”

“Sejak aku bertemu Sungmin dan membuatku malas bekerja. Aku selalu ingin disampingnya. Kau mengerti maksudku bukan. Ini seperti… aaaaah aku sangat menyukainya~” Kyuhyun tersenyum membayangkan dirinya begitu menyukai Sungmin. Setiap kali ia berusaha memejamkan matanya, senyum Sungmin selalu tergambar jelas di bayangannya. Kyuhyun tersihir.

“Nyahahaha~ kau sedang kasmaran Cho!”

“Ya… kau bisa menyebutnya seperti itu dan berhenti menertawaiku! Dasar Choi mesum!”

“Okei okei… berapa yang kau butuhkan?” Siwon masih menahan tawanya. Ia benar-benar tidak menyangka jika otak keras kepala seperti Kyuhyun akan begitu melankolis jika berhubungan dengan Sungmin.

“Kau pegang berapa sekarang?”

“Aku ada 3jt… apa itu cukup?

“Hmm… sebenarnya sih kurang, tapi kalau kau hanya punya segitu ya apa boleh buat….”

“Aku masih ada 2jt lagi. kalau kau mau, kau bisa pakai semuanya….”

“Okei, 5jt… mana?”

“Nanti aku kirim ke rekeningmu.”

“Aku ingin cash!”

“Mana ada cash! Kau ini! kenapa selalu menyusahkan!”

“Aku menyusahkan ? okei, aku tidak akan memotret lagi dan batalkan semua ini!”

“Ba… baiklah baiklah… aku buka brankas dulu.”

Melihat Siwon yang begitu baik dan penurut, Kyuhyun hanya tersenyum saja melihatnya. Dia memanfaatkan semua kebaikan Siwon. sebenarnya sih wajar, karena Siwon sudah bilang pada Almarhum Ahra untuk menjaga Kyuhyun, Membiayai kehidupan Kyuhyun dan semua yang berhubungan Kyuhyun. Dengan syarat ia harus tetap memotret. Tidak sulit untuk Siwon mengeluarkan uang banyak, toh ia sangat menyayangi Kyuhyun sebagaimana ia sayang pada Ahra.

“Ini uangmu! Kau harus membawa hasil yang bagus ketika pulang nanti.”

“Terimakasih Hyung! Dasar bawel!” Kyuhyun meraup amplop berisikan uang itu di tangan Siwon dan langsung berlari keluar.

“YAK! Kau memanggilku Hyung ketika ada maunya! Brengsek kau Cho!”

Kyuhyun menoleh. “Terimakasih Hyung Choi yang mesum! Hahahaha….”

Ia akhirnya pulang dengan senyum bahagia mengembang di bibirnya. Memikirkan berbagai hal indah bersama Sungminnya. Tak lupa rasa terimakasihnya untuk Siwon dan juga almarhum kakaknya –Ahra,

.

.

.

“Sudah siap untuk liburan singkatmu, Sayang~?”

“Aku siap Kyunnie~”

“Nah! Pegangan yang kuat….”

“Sudah~”

“Eommanim, kami berangkat dulu. Nah sayang~ ucapkan salam untuk eomma mu….”

“Eomma~ aku berangkat ya~”

“Hati-hati ya sayang~”

“Ne~”

“Aku titip Sungmin-ku ya. Kyu~ hati-hati di jalan. Ku harap kau bisa bersenang-senang.”

“Terimakasih eommanim~”

Sebelum mereka berangkat, eomma Sungmin mengecup puncak kepala Sungmin dengan sayang. Betapa ia sangat menyayangi putra sulungnya ini. walaupun Sungmin berbeda, tapi ia tetap anaknya, anak yang paling ia jaga selama sang appa tiada.

.

.

.

Liburan kali ini Nami Island yang menjadi tujuannya. Tempat yang sangat cantik dan indah. Apalagi sekarang musim semi, daun daun baru sudah bermekaran tak lupa pasti akan ada banyak kunang-kunang indah di malam hari. Kyuhyun berniat meginap di pulau itu bersama Sungmin. Memasang tenda dan api unggun. Mungkin camping ide yang bagus. Tidak terlalu mengeluarkan banyak uang untuk menyewa hotel.

Nami Island terletak di Chuncheon Korea Selatan. Pulau yang sangat indah dan benar-benar romantis untuk pasangan yang sedang jatuh cinta. Terdapat banyak pohon tinggi dan cantik disana. Ini akan menjadi liburan yang tak akan mungkin Kyuhyun lupakan.

Setelah hampir menempuh perjalanan satu jam dengan sepeda motor, Kyuhyun dan Sungmin menaiki kapal untuk menuju Nami Island. Ia tak sedikit pun melepaskan tangan Sungmin. Selalu ia pegang sekuat tenaga.

Tidak terlalu lama menuju Nami Island dengan sebuah kapal akhirnya mereka sampai dan segera turun dari kapal yang mengangkut mereka. betapa indah dan sangat cantiknya pulau ini; tidak beda jauh dengan pulau jeju yang sering sekali Kyuhyun datangi bersama kakaknya untuk belajar memotret. Pulau ini mengingatkan pada kakaknya. Kakaknya ingin sekali memotret segala keindahan di pulau ini. melihat daun berguguran dan melihat daun bermekaran. Pasti sangat indah; dan Kyuhyun mewujudkan semua yang kakaknya inginkan.

“Aku akan mewujudkan impianmu kak… bersama dengan Sungmin.” Ucap Kyuhyun dengan Senyum perih yang ia kembangkan.

Ia melirik Sungmin. Semenjak sampai di pulau itu, Kyuhyun sama sekali tak mendengar komentar dari Sungmin. Tapi cukup mencengangkan ketika melihat Sungmin menatap tak percaya di setiap jalan yang begitu banyak pepohonan. Matanya mengerjap ngerjap lucu. Sangat terlihat binar kebahagiaan disana.

“Apa Mingie menyukainya?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Sungmin tak menjawab dengan ucapannya. Ia hanya menatap Kyuhyun dengan mata foxy nya dan tersenyum lembut. Begitu cantik Sungmin ketika senyum itu masih saja setia berada disana sambil terus mengelilingkan tatapan matanya.

“Ini indah Kyunnie~. Woaaaah~ Mingie belum pernah datang kesini….”

“Dan sekarang kau sudah datang, bersamaku.”

Sungmin mengangguk. “Tapi kita tidur dimana?” Ujarnya

“Hmmmm…. Kita pasang tenda, mau?”

Sungmin mengangguk antusias. “Woaaaah kemping bersama Kyunnie pasti menyenangkan.” Ucap Sungmin bahagia.

Betapa bahagianya Kyuhyun ketika mengetahui respon baik dari sang pujaan hati. Ia benar-benar tak menyangka Sungmin akan sesenang ini. padahal tadi saja di perjalanan dia sudah rewel dan meminta untuk pulang. Ia cukup kelelahan. Tapi semua terbayar sudah ketika melihat betapa indahnya tempat berlibur yang Kyuhyun pilih.

“Kita cari tempat untuk membuat tenda dulu yuk. Hari sudah sore.” Ucap Kyuhyun dibalas anggukan semangat dari sang pujaan hati

.

.

.

“Tara~ sudah selesai tenda kita. Mau mencoba tidur di dalam?” Tawar Kyuhyun.

Tidak sulit untuk Kyuhyun yang sudah sering membuat tenda ketika masih sekolah. Dan ilmu itu ia pakai sekarang, ketika bersama Sungmin. Cukup susah sih, karena Kyuhyun harus mengingat ingat dimana ia harus mengikat tali ini dan tali itu. Dimana harus mematok patok ini dan itu. Tapi semua terselesaikan dengan Sungmin yang selalu saja memberikan kecupan singkat di pipinya.

Sungmin mengangguk senang. Ia menarik lengan Kyuhyun dan membawanya masuk ke dalam tenda. Lokasi mereka juga cukup strategis. Tidak jauh terlalu jauh dari manapun cukup mudah menemukan tempat untuk makan jika mereka lapar.

“Woaaaah~ ini sangat nyaman Kyunnie~ dan hangat… ” Ucap Sungmin penuh kebahagiaan dan menidurkan diri di kasur kecil di dalam tenda.

Kyuhyun mulai menidurkan dirinya juga tepat di samping Sungmin. “Mau peluk aku?” Tanya Kyuhyun menawarkan diri.

“Sungmin mengangguk dan langsung merentangkan tangannya untuk memeluk Kyuhyun yang berada di sampingnya. Menenggelamkan dirinya di dada bidang Kyuhyun. Dan Kyuhyun membawa Sungmin dalam pelukannya sampai mereka terlelap dan tertidur.

.

.

.

Hari sudah semakin larut. Mereka masih tertidur pulas dngan posisi saling menghangatkan –memeluk. Mereka juga belum makan, sampai di antara mereka ada yang bangun dan langsung tersadar jika malam semakin larut.

“Mingie~ bangun sayang… kita harus makan. Kita pasang api unggun dulu yuk.” Ajak Kyuhyun

Sungmin yang baru bangun dan masih setengah sadar langsung membuka matanya. Mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia cukup lapar.

“Mingie lapar~”

“Kita masak ramen. Mau ya?”

Sungmin mengangguk. Segera saja mereka keruar tenda dan menyalakan api unggun dari kayu ang sudah mereka kumpulkan bersama. Memasak air yang sudah mereka bawa dari rumah dan panic yang sudah tersedia di tas Kyuhyun.

Tak lama api sudah menyala dan segera memasak air. tidak usah menunggu waktu berjam-jam untuk memasak ramen. 15 menit cukup untu mala mini. Ramen siap untuk di makan. Sungmin makan dengan sangat lahap. Kyuhyun jadi merasa kasihan pada Sungmin. Karenanya Sungmin jadi sulit makan dan merasa kelaparan.

Ketika sedang asik makan, tanpa Kyuhyun duga, ia melihat ada satu cahaya mengelilingi Sungmin yang sedang makan di hadapannya. Semakin lama cahaya yang berterbangan itu semakin banyak. Bukan berasal dari debu atau kayu yang terbakar. Tapi itu kunang kunang. Sungmin yang tak tau terus saja memakan ramennya. Tapi lama kelamaan kunang-kunang itu semakin banyak bahkan menjadi ratusan mengelilingi mereka. Sungmin langsung menghentikan makannya. Ia menaruh ramennya dan tersenyum ketika hidungnya menempel satu kunang-kunang. Segera saja Kyuhyun menarik tas yang berada di sampingnya. Mengambil kamera dan memasang lensa dan berbagai peralatannya. Ia sudah siap memotret.

Sungmin masih setia bermain dengan kunang-kunang yang semakin banyak mengelilingi mereka. ia sesekali tersenyum ketika tangannya meraih kunang-kunang tapi tak ia dapatkan. Sampai Sungmin berdiri dan berusaha meraih kunang-kunang itu dan…..

JEPRET!

Kyuhyun memotret semua moment yang ia dapatkan sekarang. Kunang-kunang jadi sangat cantik ketika bersama Sungmin. Dan Sungmin menjadi sangat indah ketika sedang di kelilingi kunang-kunang. Sungmin terlihat senang dan bahagia. Kyuhyun benar-benar tak meninggalkan sedikitpun moment sekarang.

Ia terus memotret, ia terus saja memainkan lensa, staterspeed, ISO dan semua menu yang berada di kamera DSLR-nya. Ia pun tak menggunakan sflash sekarang. Karena itu pasti akan menganggu kunang-kunang. Mereka akan pergi begitu saja dan meninggalkan Sungmin. Kyuhyun tak ingin melewatkan sedetik pun moment indah itu. Sampai akhir satu setengah jam kunang-kunang itu benar-benar pergi dari hadapannya dan Sungmin. Ia pun memotret Sungmin yang sedang melambaikan tangan ketika kunang-kunang menjauh. Kyuhyun tersenyum saat melihat hasilnya. Ia berharap siwon tidak kecewa.

“Kyunnie~ tadi lihat tidak? Banyak kunang-kunang mengelilingi Mingie!” Ujar Sungmin Sumringah

“Ne~ Kyunnie lihat dan Kyunnie memotret Mingie. Mingie sangat indah~”

Sungmin tersenyum. “Mau lihat~”

“Tidak boleh~ nanti Siwon ahjusshi marah loh… ayo habiskan makannya, lalu kita pergi tidur. Besok kita harus pulang.”

Sungmin merenggut. Ia kesal pada Kyuhyun. Selalu saja rahasia, huh!

Setelah makanan habis mereka benar-benar tidur. Cukup lelah malam mini walau tidak terlalu banyak jalan-jalan tapi lumayan lelah karena harus memasang tenda. Mereka juga besok harus jalan-jalan dan berfoto sebelum pulang.

.

.

.

Hawa dingin mulai menerpa memasuki celah-celah dari tenda biru milik 2 namja yang sedang tertidur pulas. Bias-bias cahaya matahari pun juga ikut memasuki cela-celah tenda tersebut. Seperti mengisyaratkan jika pagi sudah tiba.

“Nghh~ Kyunnie~” Sungmin terbangun saat merasakan bias matahari mengenai matanya.

Merasa namanya di panggil Kyuhyun pun membuka matanya. Ia melirik jam yang masih menunjukan pukul 7 pagi. Kapal yang menjemput mereka pukul 9, masih ada waktu dua jam untuk bermesraan dan jalan-jalan.

“Mingie~ kita jalan-jalan sebentar yuk?”

“Kemana?”

“Kita ambil foto dan tunjukan pada eomma…”

Sungmin mengangguk antusias.

“Sikat gigimu dulu. Bau~” Ejek Kyuhyun.

Bibir Sungmin mengerucut. “Kyunnie juga bau!”

.

.

.

Setelah selesai membersihkan semua perlengkapan yang mereka gunakan semalam baik sampah maupun bukan, mereka memulai petualangannya. Berfoto, bercanda, dan sesekali saling mengecup sayang pasangannya. Sungmin sangat antusias hari ini. Kyuhyun sangat merasakan Sungmin semakin sembuh dan normal. Hanya sedikit manja mungkin itu wajar. Ia sama sekali tak melewatkan sedikit moment pun bersama Sungmin-nya memotret Sungmin sebanyak mungkin, berfoto dengannya dan hal menyenangkan lainnya. Sungmin terus berlari, ia sangat bahagia. Tiba-tiba mata Kyuhyun melihat satu pohon besar yang sangat rindang. Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan berdiri menghadap pohon itu. Kyuhyun mengambil pisau di tas dan mulai mengukir di batang pohon besar itu. Kyuhyun mengukir namanya bersama Sungmin. Ia benar-benar senang bisa bersama Sungminnya sekarang. Ia mengabadikan semua yang ia lakukan bersama Sungmin termasuk hasil ukirannya. Mereka berfoto dengan ukiran itu.

“Aku mencintaimu…” Ucap Kyuhyun

“Mingie juga mencintai Kyunnie~” Ucap Sungmin tersenyum malu dan melingkarkan tangannya di tubuh Kyuhyun.

“Jangan pernah berfikir untuk pergi dariku Sungmin-ah~ aku membutuhkanmu sebagai nafasku… ” Kyuhyun semakin mengeratkan satu tangannya untuk memeluk di tubuh Sungmin. Tangan satunya lagi ia fungsikan untuk mengabadikan moment indah ini. berdiri di samping batang pohon besar bertuliskan “Kyuhyun Love Sungmin Forever” dan memotret.

Sangat indah!

‘Jika malawan dunia adalah syarat untuk mendapatkanmu, aku berjanji semua akan kulakukan untuk kebahagiaanmu’

.

.

.

Liburan menyenangkan di Nami Island tidak akan pernah Kyuhyun lupakan. Sekarang mereka sudah di Seoul. Kembali ke aktivitas seperti biasa. Ia pun sedang mencuci hasil potretnya bersa Sungmin di Pulau Nami kemarin dan berniat memberikannya pada Siwon dan eomma Sungmin.

Setelah semua selesai di cetak, Kyuhyun sama sekali tak berani menilai hasil potretnya. Dia pun berharap Siwon tidak kecewa.

Jika hasil potretnya bisa Siwon terbitkan, ia berjanji akan membayar 3 kali lipat dari uang jajan Kyuhyunsebelumnya. Dan itu cukup menggiurkan. Dengan tidak sabar Kyuhyun segera menyelesaikan kegiatannya dan langsung menuju kanto Siwon.

.

.

.

“Nih hasilnya. Ku harap kau tidak kecewa.” Ujar Kyuhyun dan langsung menyerahkan amplop coklat berisi foto-foto hasil jepretannya pada Siwon.

“Sudah selesai? Cepat sekali?”

“Aku tak ingin memiliki hutang padamu. Lebih cepat lebih baik bukan?”

“Ya ya ya~ terimakasih Kyu. Ku harap kau bisa memotret lagi.”

“Ya semoga saja. Kau bisa menilai hasilnya Hyung, untuk bayaran kau bisa mengirimnya ke rekeningku. Aku mau ketempat Sungmin dulu. Aku merindukannya.”

“Ya! Dasar brengsek mata duitan!”

“biar saja…. Dah Hyung! Oia, terimakasih!” Kyuhyun langsung pergi meninggalkan Siwon yang masih terpaku menatap punggung itu menghilang di balik pintu ruangannya.

“Maafkan aku, Cho Kyuhyun~” Lirih Siwon.

.

 

~TBC~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s