4. [REPOST] BE MY SWEET DARLING

Be My Sweet Darling

KyuMin

YAOI

^^ Happy Reading ^^

Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah asli hasil pemikiran dari otak yadong saya.

WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL

DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^

Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-

Chapter 4

Bekerja sebagai seorang photographer adalah hal yang sulit untuk di pelajari jika tak memiliki kemampuan dan keinginan. Itulah yang di alami Kyuhyun. Ia begitu mencintai photografi, tapi sayang –foto-fotnya tidak pernah di muat dalam majalah tempat ia bekerja saat ia kehilangan kemampuan indahnya.

Sudah hampir satu tahun Kyuhyun tinggal di Seoul. Bekerja menjadi seorang photographer handal yang kehilangan keahliannya karena sang eomma tercinta. Ia begitu putus asa saat mengetahui eommanya sering mengurung diri dan tidak mau bersosialisasi lagi karenanya. Ia begitu terpukul tidak menuruti apa yang diinginkan keluarganya dan malah bertindak egois. Oh tuhan, rasanya Kyuhyun ingin mati saja saat tau sang eomma menjadi gila karena khawatir terhadapnya. Semenjak itu, Kyuhyun begitu gugup untuk menyentuh kamera. Memotret object bagus saja hasilnya akan terlihat buram dan benar-benar sangat mengecewakan. Padahal selama ini ia tak pernah mengecewakan perusahaannya. Selalu mendapat ranking satu dalam memotret. Tapi semenjak kejadian itu, ia kehilangan kemampuan dan kepercayaan diri.

Kyuhyun tidak seorang diri dunia ini. Ia masih memiliki keluarga yang sangat harmonis –tadinya. Ia memiliki seorang kakak perempuan yang sangat cantik dan begitu mencintai photografi sama sepertinya. Rela melakukan apapun asal bisa menemukan tempat indah dan mendapatkan object memotret yang cocok. Tak ada pertentangan dari kedua orang tua mereka. orangtua mereka begitu antusias ketika mengetahui bakat sang anak adalah memotret. Padahal, ia memiliki perusahaan yang harusnya memiliki penerus, tapi ia memiliki prinsip –Mendukung, itu adalah hal yang jadi tujuan tuan Cho saat itu. Tapi siapa sangka suatu kejadian yang tak diinginkan terjadi, sang anak sulung hilang saat mengikuti kegiatan photografi bersama beberapa teman kampusnya. Tak ada kabar dan berita, tim pencari pun begitu lelet untuk mencari keberadaan korban. Sampai berbulan-bulan jasad baru di temukan di pinggir jurang. Ayah Kyuhyun begitu terpukul dan sangat menyalahkan photografi. Berawal dari situlah mengapa ayah Kyuhyun sangat membenci dan ingin menghapus photografi dari benak Kyuhyun. Memerintahkan Kyuhyun untuk memulai bisnis dan membuang jauh-jauh photografi. Tapi Kyuhyun tidak, ia ingin meneruskan apa yang telah sang kakak ajarkan untuknya. ‘Aku ingin Membuat kakak bahagia dan tersenyum saat melihat hasilnya’ batin Kyuhyun

.

.

.

Kyuhyun gemetar, ia kehilangan kepercayaan diri dalam memotret, ia sangat sangat sangat bodoh dalam memegang kamera. Padahal ia memiliki teknik yang harus ia coba, tapi selalu gagal. Bayang-bayang sang eomma selalu mengikuti kemana pun Kyuhyun pergi. Ia putus asa dan menyerah. Memilih pergi ke caffe dekat apartemen untuk menenangkan pikirannya. Sampai suatu hari ia bertemu Sungmin. Menjadikan Sungmin penyemangat hidupnya dan mulai melupakan apa yang terjadi di masalalunya.

Suatu hari ketika mereka pergi bersama hanya untuk mengobrol dan saling mengenal, Kyuhyun memberanikan diri untuk memotret Sungmin yang sedang bermain dengan burung-burung merpati di taman. kebetulan sore itu burung merpati sedang berkumpul karna waktunya makan. Dengan sengaja, Kyuhyun lemparkan jagung yang memang sudah disediakan di taman itu untuk makanan burung kearah Sungmin. Otomatis burung itu langsung mengerubungi Sungmin dan berterbangan mendekat kearah Sungmin. Sungmin yang menjadi object indah Kyuhyun hanya bisa tersenyum senang saat burung-burung terbang mengelilinginya. Sungguh indah pikir Kyuhyun. Diangkatnya kamera yang selama ini ia simpan baik dan dilakukannya teknik yang selalu menjadi andalannya, di tekannya tombol memotret di kamera tersebut.

JEPRET!

.

SFLASH!

Terpotretlah Sungmin yang sedang tersenyum dan bermain dengan burung-burung itu. Seakan ia menarikan kebahagian bersama dengan burung-burung itu. Kyuhyun begitu kaget saat melihat hasil potretnya, Sungmin begitu cantik dan object jepretannya pun sungguh sangat serasi. Langit senja yang menjadi background dan Sungmin yang menjadi object utama. Ini benar-benar karya yang sangat sangat sangat indah yang Kyuhyun dapatkan setelah trauma sial itu.

Merasa tak percaya, Kyuhyun pun mulai memeraktekannya lagi teknik yang ia lakukan saat memotret Sungmin. Sekarang yang menjadi objectnya adalah patung yang sedang di hinggapi oleh burung-burung itu.

JEPRET!

.

SFLASH!

Ia lirik hasilnya dan cukup mencengangkan. Tak sebagus ketika ia memotret Sungmin. Malahan terlihat gelap dan buram. Padahal ia sudah menggunakan sflash (lampu kamera) saat memotret object tadi. Huh! Ini Sungguh mengecewakan baginya. Trauma itu masih terasa fikirnya.

Masih penasaran dengan apa yang ia lakukan, Kyuhyun mengulanginya lagi pada Sungmin. Melakukan teknik tadi dengan sangat hati-hati. Tanpa banyak waktu….

JEPRET!

.

SFLASH!

BINGO! Kyuhyun mendapatkan gambar yang sangat cantik untuk yang kedua kalinya. Ia mendapatkan gambar Sungmin yang sedang berjongkok dan memberi makan burung-burung merpati. Terdapat bayangan Sungmin sendiri dari sflash tersebut, tapi itulah nilai indah di balik background senja yang ia sengaja pilih.

Masih merasa penasaran, Kyuhyun tak henti-hentinya melakukan itu sampai 15kali. Memotret object lain lalu Sungmin, object lain lalu Sungmin, dan object lain lalu Sungmin. Terus saja sampai ia mulai tersenyum dan sadar. Ia sadar ketika ia membandingkan hasilnya. Ketika object itu adalah Sungmin, gambar terlihat indah dan cantik, padahal ia mengambil gambar secara acak dan terbilang asal, tapi ketika ia mulai hati-hati memotret object selain Sungmin, itu akan terlihat aneh dan sangat sangat tak ternilai. Kyuhyun mulai menangis, ia tersenyum haru dan menatap Sungmin yang masih bermain. Ia yakin, Sungmin adalah cahaya barunya. Orang yang yang akan membawanya dari keterpurukan selama ini. Dan Kyuhyun yakin, hidupnya akan berubah jika ia bersama Sungmin.‘Kau cahaya hidupku, Min’ Batin Kyuhyun. Tidak perduli dengan keadaan Sungmin. Ia butuh cahayanya dan ia temukan dalam diri Sungmin. Sungmin bagaikan nafas kehidupannya dan lampu penerang ketika Kyuhyun tersesat.

.

.

.

“Aaaah~ Kyunnie….” Desah Sungmin mulai terdengar ketika Kyuhyun terus saja mencium bibir, wajah, leher, kuping, dan semua yang ada di bagian atas tubuh Sungmin.

“Aaah~ geli… aaahh~” protes Sungmin kegelian.

“Apa Mingie Suka?” Tanya Kyuhyun di sela-sela kegiatannya.

“Sukaa~ aaaahh….”

Kyuhyun tersenyum. Ia mulai menegakkan tubuhnya yang tadi memang sedang sedikit menindih Sungmin. Ia masukan satu tangannya kedalam balik baju Sungmin. Mencari sesuatu yang berwarna coklat kemerahan yang selalu terlihat jelas dari luar baju Sungmin. Padahal Sungmin tidak pernah mencoba untuk menggoda Kyuhyun. Tapi dimata Kyuhyun, apapun pakaian dan gerakan yang Sungmin pakai dan lakukan, itu adalah suatu hal yang dapat menggodanya. Pervert! Padahal otaknya sudah hampir gila menahan gejolak yang sudah tak bisa di tahan.

“Aaaaahhhhh~ gelihh Kyuunnieehh~” Desah Sungmin keenakan saat Kyuhyun berhasil menemukan tonjolan nikmat di balik baju Sungmin.

Sungmin memang yang suka atau kelewat pasrah saat diperlakukan seperti ini hanya bisa mendesah keenakan. Toh Sungmin sudah memintanya langsung pada Kyuhyun. Kyuhyun pun yang di minta tidak segan-segan untuk menolak walau terkadang sulit mengendalikan diri sesudahnya.

Melihat Sungmin yang keenakan, di masukannya satu tangan lagi kedalam baju Sungmin. Ditekan lagi dua tonjolan kemerahan favorit Kyuhyun. Membuat Sungmin semakin menggelinjang pasrah dan nikmat di bawah tubuh Kyuhyun. Kakinya tidak mengangkang. Karena posisinya memang sedang duduk di sofa, dan Kyuhyun dengan paksa mendorong dan merebahkan Sungmin di sofa itu. Kakinya masih menjuntai kebawah.

Benar-benar menggoda ekspresi Sungmin saat ini. Ia menggigit jari telunjuknya seakan menahan sesuatu yang mungkin saja sudah bangun. Kyuhyun yang melihat itu tentu saja tidak bisa menahan gairahnya. Apalagi baju yang Kyuhyun kenakan sekarang sangat mendukung. Tinggal buka dan melakukan sesuatu hal yang mungkin saja menguntungkan baginya. Tapi ia begitu mencintai Sungmin. Ia takut menyakiti Sungmin. Mungkin hanya sekedar member tanda tidak masalah.

Kyuhyun mulai merundukan lagi tubuhnya. Mensejajarkan wajahnya di depan dua tonjolan kemerahan itu. Ia jilat bibirnya sendiri menandakan begitu nikmat tonjolan itu.

“Aaaah Kyunnie~ dingin….” Protes Sungmin.

“Kyunnie siap untuk mengahangatkan Mingie~” Jawab lembut Kyuhyun.

Dan Kyuhyun siap untuk melahap tonjolan itu…

BRAK!

“KYUHYUN!” panggil seseorang dari arah pintu masuk.

Baru saja Kyuhyun akan memulai semuanya, tapi sesuatu hal yang selalu saja ada untuk mengganggunya datang. Kyuhyun menyesal tak mengunci pintu serapat mungkin. Lain kali, pintu apartemen Kyuhyun akan dipasang alarm jika ada yang mendekat. Supaya bisa mengetahui jika ada pengganggunya datang

“Ups! Aku tidak tau kalau kalian sedang… eum… bercinta. ” Ucap polos orang itu.

Kyuhyun hanya bisa menatap jengah kearahnya. Memberikan deathglare seseram mungkin agar orang itu takut dan pergi dari apartemennya. Kyuhyun menghentikan aksinya, ia mulai duduk di sofa itu. Memposisikan Sungmin lagi ke semula. Sungmin yang merasa dirinya di tarik hanya bisa mengerjapkan matanya lucu. Bukankah tadi sedang enek, kenapa berhenti tiba-tiba pikirnya.

“Sudah lah Hyung… ada apa kau kemari?”

“Kau marah, eoh? Mianhae Kyu~ lagi pula salahmu tak mengunci pintu…”

“Ne…ne aku ya salah. Cepat katakan apa urusanmu datang kemari?! Apa kau tidak lihat, ada Sungmin disini! Haish! Kau benar-benar pengganggu Siwon hyung!”

“Sebenarnya tidak terlalu penting sih…”

“Kalau begitu kau bisa pulang!” Ujar Kyuhyun kesal.

“Iiish, dengarkan aku dulu jangan banyak protes.” Kata orang itu memerintah. Kyuhyun pun menurut tanpa banyak protes. Mulai mendengarkan apa yang akan di sampaikan.

“Ini masih ada kaitannya dengan Sungmin. Sebenarnya begini. Kau tau Kim Jungmo? Photographer di perusahaan kita selain kau.” Jelas Siwon.

“Ne aku tau.. kenapa dia? Dan apa urusannya dengan Sungmin-ku?”

“Dia tidak bisa memotret untuk beberapa bulan ini karena kecelakaan. Dan kau tau sendiri selama kau tidak bisa memotret object yang bagus, dialah yang ada untuk menggantikanmu. Tapi sekarang aku mohon dengan sangat padamu… ayolah memotret lagi. aku tau hanya Sungmin yang menjadi object mu. Itu tidak masalah bagiku, asal kau mau memotret lagi….” Siwon memohon pada Kyuhyun. Ia benar-benar tidak tau lagi pada siapa ia harus meminta tolong.

Siwon tau jika Kyuhyun akan bagus memotret hanya saat memotret Sungmin. Dan Siwon pun tidak pernah bilang jelek pada hasilnya, ia malahan sering sekali merasa takjub dengan hasilnya. Sungmin yang cantik akan sangat terlihat indah ketika di potret oleh Kyuhyun. Teknik yang hanya di miliki Kyuhyun dan itu hanya untuk Sungmin. Tidak untuk yang lain. Ia juga dekat dekat dengan Kyuhyun bukan karena Siwon atasan atau saudara Kyuhyun, melainkan teman baik dari sang kakak tercinta.

Siwon dan Ahra adalah teman yang sangat baik. Memiliki perusahaan majalah photografi adalah cita-cita mereka. Untung saja saat kejadian maut itu Siwon tidak ikut dalamnya. Pasti perusahaan yang diimpikan Ahra bersamanya tidak akan terwujud. Siwon pun sudah bertekad akan membuat Ahra tersenyum diatas sana saat mengetahui jika ia dan adik tercintanya bisa membangun perusahaan impian mereka. hanya ingin membuat Ahra tersenyum bahagia….

Kyuhyun diam. Ia begitu ingin sekali memotret. Memuat semua hasil potretnya yang indah dan dapat di puji oleh orang lain. Ia juga sangat berharap kedua orangtuanya melihat dan memuji hasil karyanya. Membuktikan pada appa, eomma dan sang kakak.

“Potretlah Sungmin, Kyu~” Ucap Siwon

Sungmin yang merasa dirinya di panggil mulai bersuara dan bertanya pada Siwon.

“Hah… aku? Ada apa dengan aku ahjusshi?” Kata Sungmin polos

Siwon yang melihat respon Sungmin segera mengajak Sungmin berbicara. Mendekat kearah Sungmin seperti mebujuk Sungmin.

“Sungmin-sshi~ kau cantik… mau ya di foto Kyunnie~”

“Di foto?” Matanya mengerjap lucu

“Iya… apa mau lihat sesuatu? Kajja!” Ajak Siwon seraya menarik Sungmin yang sedang duduk. Mengajaknya berjalan memasuki kamar tamu yang tidak dihuni siapapun di apartemen Kyuhyun.

“Hyung, berhenti! Mencoba masuk, kubunuh kau!” Ancam Kyuhyun saat melihat Siwon sudah menyentuh kenop pintu kamar tersebut.

“Sungmin harus tau dan lihat. Betapa cantik dan indahnya dia..”

“Tapi tidak perlu menggenggamnya erat begitu! Dasar mesum!” Protes Kyuhyun.

“Kau ini pelit sekali!”

.

CEKLEK!

.

Kamar itu tebuka, menampilkan berbagai siluet indah di dinding dan setiap sudut kamar tersebut. Sungmin yang melihat itu hanya bisa membuka mulutnya tak percaya. Ia yang ada di gambar itu. Ia yang sedang tersenyum dan bermain, dan ia juga yang sedang menangis minta di belikan ice cream. Gambar Sungmin tidak hanya ada di dinding. Melainkan tali yang tergantung pun terdapat foto-foto Sungmin. Semuanya foto Sungmin. Dan hanya Sungmin. Dari ukuran terbesar dan sampai ukuran foto KTP. Siwon yang melihat ekspresi Sungmin hanya bisa tersenyum. Sungmin benar-benar malaikat yang tercipta hanya untuk menerangi Kyuhyun. Dan Kyuhyun seperti ini dikarenakan ulah Sungmin.

“Itu Mingie ya Kyunnie~?” Tanya Sungmin terpesona pada hasil foto-foto Kyuhyun.

Kyuhyun mendekat kearah Sungmin. Menyelipkan tangannya di pinggang Sungmin dan merapatkan tubuh mereka.

“Ne~ itu Mingie…” Jawab Kyuhyun lembut tepat di telinga Sungmin.

“Mingie cantik sekali disana Kyunnie~” Sungmin mulai berjalan mendekat kearah foto-foto itu berserakan. Meraih dan memperhatikan disetiap lembar fotonya.

“Kau lihatkan, dia menyukainya” Ucap Siwon.

“Tapi ini semua untuk ulang tahunnya! Arght! Kau merusak semuanya tuan Choi!”

“Lihat saja wajah bahagianya, apa kau tidak bahagia Kyu?”

Kyuhyun diam, benar juga apa yang di katakana Siwon. Sungmin tersenyum bahagia, ia lebih bahagia dari biasanya. Senyum terindah yang pernah ia perlihatkan. Ingin sekali merangkul tubuh indah itu dan membawanya dalam pelukan Kyuhyun. Karena ada Siwon, sepertinya niat itu harus diurungkan.

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Sungmin yang sedang memperhatikan fotonya. Mendekatkan bibirnya ke telinga Sungmin dan membisikan kata-kata indah.

“Aku mencintaimu… sampai kapanpun!”

Sungmin menoleh, ia tatap Kyuhyun dengan penuh bahagia.

“Mingie juga sangat mencintai kyunnie~” Ucap Sungmin seraya memeluk Kyuhyun yang lebih tinggi darinya.

Siwon yang berada di pintu kamar hanya bisa tersenyum saat melihat dua insan yang saling mencintai itu. Walau terlihat aneh, tapi cinta tidak ada yang aneh. Tuhan sudah menentukan takdir hambanya dan Kyuhyun sudah di takdirkan untuk Sungmin dan Sungmin untuk Kyuhyun.

.

.

.

Setelah kepulangan Siwon sore tadi, Kyuhyun semakin enggan untuk jauh-jauh dari Sungmin. Selalu menempel dan selalu melekat di tubuh Sungmin. Membuat Sungmin risih dan kesal. Tentu saja itu memancing tawa Kyuhyun. Sekarang waktunya makan dan minum susu, karena nyonya Lee belum juga menjemput putranya pulang. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 8malam.

“makanannya dihabiskan.”perintah Kyuhyun

“Ne~ Kyuwnniew….” Jawab Sungmin dengan mulut penuh makanan.

“Bicara yang benar! Habiskan makannya dulu.”

“Iiiihsh Kyuwnniew galak!”

Sungmin menghabiskan makanannya, susunya pun ia habiskan dengan sangat cepat. Anak ini benar-benar sedang bersemangat sekarang. Buktinya kue penenang saja tidak termakan hari ini. Masih utuh berada di kulkas.

Setelah selesai makan, mereka berdua pun merebahkan diri di ruang tamu. Sungmin tidur di lengan panjang Kyuhyun.

“Sudah kenyang?” Tanya Kyuhyun lembut. Sungmin hanya membalas dengan anggukan semangat. Ia begitu menyukai aroma tubuh Kyuhyun. Entah kenapa membuatnya merasa nyaman.

“Sudang mengantuk?”

Sekarang Sungmin mulai menggelengkan kepalanya. Ia menatap ceruk leher Kyuhyun dan menghirup udara harum yang terkuar dari leher tersebut.

“Mingie~”

“Hmmm~”

“Aku mencintaimu… sangat mencintaimu.” Ujar Kyuhyun lembut seraya membawa tubuh Sungmin mendekat kedalam pelukan hangatnya.

“Jangan pernah sekalipun berniat meninggalkan aku ketika kau sembuh Mingie~ kau nyawaku… kau kehidupanku… kau milikku…” Ucapan penuh haru terlontar dari bibir indah milik Kyuhyun. Mengungkapkan semua yang sering Kyuhyun ungkapkan untuk Sungmin. Lebih berarti dan penuh pengharapan.

Dengan senyum indah, Sungmin mengangguk pasti dan mambalas pelukan Kyuhyun dengan sama hangatnya. Saat pelukan itu terlepas, Sungmin berada tepat diatas tubuh Kyuhyun. Menatap mata Kyuhyun seakan menyiratkan sesuatu. Mata saling bertemu mata, pandangan menjadi panas dan tiba-tiba bibir itu saling bertemu. Mencurahkan perasaan yang ada dan meluberkan semuanya.

.

 

~TBC~

Iklan

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s