3. [REPOST] BE MY SWEET DARLING

Be My Sweet Darling

KyuMin

YAOI

^^ Happy Reading ^^

Desclaimer : Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin milik TUHAN juga kedua orang tuanya. kalau Cerita ini adalah asli hasil pemikiran dari otak yadong saya.

WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL

DONT LIKE DONT READ, OKEI ^^

Jika berantakan mohon maaf, karena tanpa editan -_-

Chapter 3

Sepulang kerja adalah waktunya untuk beristirahat. Pergi ke caffe dekat apartement dan Meminum segelas cappuccino dengan cupcake coklat sebagai penghilang penat karena sudah seharian bekerja. Disandarkannya tubuh tegangnya di kursi empuk caffe tersebut. Tak pernah lupa alunan Lagu classic untuk menyegarkan kembali fikirannya.

Melihat keluar jendela dan memperhatikan orang-orang berlalu lalang melewati caffe tersebut. Betapa sibuknya orang-orang diluar sana. Mata yang sedang sibuk memperhatikan kegiatan di luar caffe pun tiba-tiba tak berkedip saat menemukan suatu objek yang indah di depan sana. Seseorang berwajah cantik dengan balutan kaus putih juga celana pendek berwarna blue denim. Duduk di bangku taman kota yang tak jauh dari caffe tersebut. Tangannya sibuk memainkan boneka kelinci dan beruang. Sesekali tersenyum dan tertawa. Sungguh menggemaskan. ‘Siapa dia?’ Batin seorang Cho Kyuhyun.

Diperhatikannya orang itu dalam-dalam semakin membuat Kyuhyun penasaran. Berwajah cantik dan bertubuh putih mulus bak kapas. Ingin sekali menghampiri dan menanyakan siapa dia, tapi semua itu sirna karena mata itu sudah tak menemukan siapapun disana. Orang itu pergi ketika Kyuhyun sedang melamun.

Kyuhyun panic. Ia menyesal karena sudah melamun disaat yang tidak tepat. Rasanya seperti kehilangan separuh jiwanya. Ia edaran matanya kesegala arah tapi tetap saja tak ada orang itu di sekitar taman itu. Akhirnya Kyuhyun menyerah dan berencana untuk pulang. Tapi sebelum itu, ia mempir sebentar ke toilet hanya untuk cuci tangan dan membasuh mukanya agar terlihat segar.

Berjalan tertunduk dan benar-benar tak bersemangat. Padahal, baru saja ia memancarkan kebahagiaan dari mata itu, tapi setelah kehilangan sesuatu yang sudah membuatnya bahagia, onyx hitam itu kembali terlihat lelah.

‘BRUG!’

“Aduh!” Pekik seseorang yang sepertinya terjatuh.

Gara-gara Kyuhyun berjalan merunduk, ia jadi tak memperhatikan jalan. Ia pun tak melihat ia menabrak seseorang. Dengan panic ia segera menatap sang korban tabrakan. Matanya langsung membelalak kaget saat melihat pemandangan indah di hadapannya. Orang yang ingin ia lihat lebih dekat ada tepat dihadapannya.

“Haduhh… Ahjusshii! Sakit tahuuu!” Teriak orang itu protes kesakitan. Tangannya mengusap-usap buttnya yang terasa sakit karena dengan mulusnya mencium lantai. Salahnya juga karena tak memperhatikan jalan. Malah sibuk merapikan bentuk celananya yang sedikit terangkat ke atas karena sehabis pipis dan mengakibatkan insiden tabrakan kamar mandi.

Kyuhyun masih tetap berdiri dengan tatapan cengo. Sungguh terlihat bodoh dan sangat memalukan. Memandang seseorang yang masih duduk kesakitan karenanya.

“Ahjusshii! Mau sampai kapan bengong seperti itu! Aku kesakitan… kenapa tidak membantuku, eoh ?” Ucap orang itu menyadarkan Kyuhyun dari acara ‘Ayo nikmati wajah cantik orang di depanmu’.

“A… Eu… eumm….” Kyuhyun salah tingkah dan merasa gugup. Ia menggaruk kepala bagian belakangnya yang tak terasa gatal. “Gwenchanayo?” Ucap Kyuhyun seraya mengulurkan tangan dan membantu orang itu berdiri.

Orang itu pun berdiri dibantu oleh Kyuhyun. Semakin terbelalak Kyuhyun ketika melihat kulit mulus orang itu dari arah dekat. Celana selutut memerlihatkan betis mulusnya. ‘Perasaan tadi tak semulus ini. Tapi ternyata sangat mulus dan benar-benar halus’ Batin Kyuhyun saat ia membantu orang itu berdiri. Orang itu mengerucutkan bibirnya. Ia seperti merajuk pada Kyuhyun seakan protes tak suka melihat Kyuhyun yang terus saja memperhatikan tubuhnya dari atas sampai bawah.

“Kau harus bertanggung jawab, ahjusshi! Akan ku laporkan kau pada eomma dan tidak akan di perbolehkan lagi berkunjung ke sini! Arraso!” Katanya mengancam seraya berkacak pinggang.

“Mianhae… aku tidak tau kau ada di depanku… mianhae….”

“Sungmin… kau kenapa nak,?” Panggil seseorang yang tiba-tiba muncul tepat di belakang Kyuhyun. Seorang yeoja paruh baya berlari menghampiri mereka. Dia terlihat khawatir. Tepat di hadapan mereka, yeoja itu segera melihat keadaan anaknya. Dilihatnya dari atas sampai bawah. Seakan tak mengizinkan anaknya lecet dan terluka.

“Maaf tuan, sebenarnya ada apa ? apakah anakku berbuat nakal?” Tanya yeoja itu.

“Anda tidak perlu cemas Nyonya. Anak anda baik-baik saja. Hanya saja tadi aku tidak sengaja menabraknya dan membuatnya terjatuh. Mianhamnida Nyonya…. ” Ucap Kyuhyun menyesal.

“Apanya yang tidak apa-apa! Ini sakit tauu!” Sela orang itu yang tadi di sebut ‘Sungmin’. Sungmin melingkarkan tangannya di sekitar dada. Seperti menunjukan bahwa ia sedang kesal. Sungguh lucu.

“Sungmin! Tidak boleh seperti itu nak… itu tidak sopan. Ayo minta maaf.”

“Tidak Nyonya, aku yang harusnya meminta maaf pada anak anda. Aku sudah membuatnya kesakitan.” Ucap Kyuhyun ramah. “Nah Sungmin-shii, aku minta maaf.” Kyuhyun membungkuk.

“Anniyo… akan Minnie maafkan asal ahjusshi mau membelikan ice cream strawberry untuk Minnie. Setuju?” Sungmin tersenyum dan menampilkan deretan gigi putih seperti kelinci di depan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun harus menahan gejolak yang terus saja berdebar di dadanya.

“Sungmin!”

“Gwenchanayo Nyonya. Sebuah ice cream tidak akan membangkrutkan ku… hehehe.”

“Mianhae Tuan, anakku merepotkanmu.” Ujar eomma Sungmin membungkuk.

“Tidak Nyonya… anda tidak perlu seperti itu. Itu tidak masalah. Lagi pula hanya sebuah ice cream.”

Eomma Sungmin tersenyum lembut pada Kyuhyun. Menyiratkan kebahagiaan seakan tahu bahwa Kyuhyun orang baik. Memperlakukan anaknya dengan normal, tidak seperti orang-orang yang selalu menganggap Sungmin orang keterbelakangan mental.

“Ya Sudah.. Gamsahamnida Tuan… Nah Minnie, Minnie tidak boleh nakal pada ahjusshii. Dia orang baik. Arraso?!” Ucap Eomma Sungmin memberi peringatan.

“Arra eomma arra! Kajja ahjusshii… ice cream strawberry punya Minnie sudah menunggu. Lets go~” Sungmin menarik lengan Kyuhyun dengan semangat. Kyuhyun melirik eomma Sungmin dan tersenyum. Sedangkan eomma Sungmin hanya bisa bergeleng melihat anaknya yang tiba-tiba menjadi sangat akrab dengan Kyuhyun. Padahal baru saja mereka terlibat kasus. Kkk~

.

.

.

“Apa ice creamnya enak?” Tanya Kyuhyun lembut pada Sungmin yang sedang menikmati ice cream strawberry nya seorang diri tanpa memperdulikan Kyuhyun yang berada tepat di sampingnya.

Sekarang, mereka sedang duduk di taman. Setelah tadi Sungmin menarik lengan Kyuhyun untuk mengajaknya beli ice cream. Sungmin yang sedang menikmati ice cream strawberrynya, dan Kyuhyun yang sedang menikmati wajah manis nan cantik Milik Sungmin.

” …” Jawab Sungmin singkat.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Sungmin. Betapa cantiknya orang ini. “Kau cantik~” Puji Kyuhyun terkagum pada Sungmin.

“Gomawo ahjusshii. Tapi Minnie seorang namja… hihihihi.” Sungmin melirik Kyuhyun dan menampilkan gigi putihnya. Cream ice cream yang belepotan sangat terlihat lucu ketika ia memasang wajah polos di depan Kyuhyun.

“Iya… aku tau kau namja.” DEG! Kyuhyun diam. “MWO?! NAMJA?” Kyuhyun menatap Sungmin dengan mata yang membulat. Ia terkaget mendengar penyataan Sungmin. ‘Ia namja! Seorang nama! Tapi bagaimana bisa secantik ini? Bahkan kulitnya saja mulus juga halus. Ya tuhan, tampar aku!’ hati Kyuhyun membatin.

“Ahjusshi tidak usah sekaget itu!” Ucap Sungmin menyadarkan Kyuhyun. “Apa ahjusshi mau mengejek Minnie, eoh?” Sambungnya.

“Aniiii… hanya saja….” Ucapan Kyuhyun terpotong dan mulai memperhatikan Sungmin dari atas sampai bawah. Seperti memastikan gender Sungmin. “Kau terlihat sangat cantik..” Puji Kyuhyun.

“Terimakasih ahjusshi.” Ujar Sungmin seraya senyum mengebang di bibir indahnya.

“Namamu… Minnie, eoh?”

“Bukan. Namaku Lee Sungmin. Semua orang memanggilku Minnie.” Masih menjilati ice cream.

“Nama yang manis. Boleh ku panggil Mingie?”

“Heumm? Mingie?”

Kyuhyun mengangguk.

“Namanya lucu… Minnie, eh Mingie~ suka….”

“Mulai sekarang, hanya aku yang memanggilmu Mingie. Setuju?” Kyuhyun mengangkat jari kelingkingnya.

“Setuju~!” Balas Sungmin senang.

‘Mulai sekarang, aku akan melindungimu dan menjadikanmu milikku. Sampai kapan pun Lee Sungmin!’

Berawal dari situlah Kyuhyun dan Sungmin menjadi sangat dekat. Tabrakan membawa cinta, itu sangat menyenangkan bagi Kyuhyun. Ia ingin sekali melindungi Sungmin setelah sang eomma menceritakan semua keadaan anaknya. Tak ingin menyakitinya, ingin melindungi dan menjaganya. Menjadikan Sungmin sebagai miliknya seorang.

.

.

.

.

“Jinnie~ ayo main…” Panggil seorang namja manis yang merengek manja pada seseorang yang disebut ‘Jinnie’.

“Nanti ne Hyung~ aku belajar sebentar. 5 atau 10 menit lagi kutemani Hyung main…” Ucap Jinnie lembut seraya mengusap pelan surai hitam milik namja manis itu.

Aniiii~ Mingie mau sekarang, Jinnie~” Kata Sungmin seraya menghentak-hentakan kakinya ke lantai.

“Tunggu 5 menit saja kalau begitu. Aku ada ulangan besok…”

“Iiish…Jinnie menyebalkan! Mingie mau sekarang Jinnie malah tidak mau. Ya sudah, Mingie mau ke tempat Kyunnie saja. Dasar Jinnie jelek!” Sungmin pun beranjak dari kamar Jinnie. Membuka pintu lalu menutup pintu sekeras mungkin. Ia sedikit kesal pada adiknya yang tidak mau diajak bermain.

Jinnie adalah Lee Sungjin adik kandung dari Sungmin. Sungjin dan Sungmin berbeda tiga tahun. Tapi jika di perhatikan sikap Sungjin lebih dewasa di banding Sungmin. Sungjin lahir menjadi namjanormal. Berbeda dengan Sungmin yang memiliki kelainan. Berwajah cantik dan memiliki kulit mulus bak porselin layaknya seorang yeoja.

Hari ini Sungjin sudah berhasil membuat Hyung-nya kesal. Ia tak mengabulkan keinginan Sungmin dengan segera. Malahan membiarkan Sungmin keluar kamar dengan bibir mengerucut menandakan ia sedang kesal.

“Jinnie menyebalkan! Tidak seperti Kyunnie yang selalu menurut jika aku ajak bermain. Liat saja kalau aku bawa ice cream, tidak akan pernah mau Mingie mambaginya dengan Jinnie.” Sungmin bergumam seorang diri. Merasa kesal terhadap adik satu-satunya itu.

Menuruni tangga masih dengan berkacak pinggang dan menghentakan kakinya. Membuat suara gaduh dan mengkibatkan sang eomma memanggilnya.

“Mingie,Waeyo chagiya? Hm..” Tanya eomma Sungmin.

Anak itu berhenti tepat didepan sang eomma. “Iiiiissh, eomma! Kyunnie bilang, yang boleh memanggil Minnie dengan sebutan Mingie hanya Kyunnie saja~ jadi eomma tidak boleh!” Ucap Sungmin memperingati.

Ya, semenjak kedekatan mereka, Kyuhyun senang memanggil Sungmin dengan sebutan Mingie. Entah kenapa Kyuhyun begitu menyukai nama panggilan itu. Kyuhyun juga sudah meng-claim jika Sungmin hanya miliknya. Entah sejak kapan, tapi selama Kyuhyun ada di samping Sungmin, Sungmin adalah miliknya.

“Arraso… maafkan eomma. Minnie kenapa kesal seperti itu?”

“Jinnie menyebalkan!” Jawabnya kesal.

“Kenapa dengan Jinnie?”

“Jinnie tidak mau diajak bermain. Mingie kesal! Mingie mau ke rumah Kyunnie saja!”

“Oh.. ya sudah kalau begitu eomma antar ya. Sekalian eomma mau ke caffe. Minnie tidak boleh mengganggu Jinnie. Jinnie sedang belajar. Arraso?” Ucap eomma Sungmin sembari menyentil hidung mancung anak sulungnya dengan gemas.

“Arraso eomma.”

Perjalanan dari rumah Sungmin ke rumah Kyuhyun tidak memakan waktu yang lama. Hanya lima menit menggunakan mobil. Itu pun tidak harus mengebut.

.

.

.

BRUG!

“Ayo turun.” Ucap eomma Sungmin setelah selesai keluar dari dalam mobil. Membukakan pintu mobil untuk anak kesayangannya.

Sungmin keluar. Melangkahkan kakinya dengan semangat mengarah ke apartemen Kyuhyun. Terlihat kebahagiaan terpancar disana.

“Hati-hati sayang… jalannya pelan-pelan saja”

“Eomma cepat… nanti lift nya tertutup.”

Sungmin sudah sangat tidak sabar ingin segera bermain dngan Kyuhyun. Entah kenapa menurutnya bermain dengan Kyuhyun sangat menyenangkan. Walau kadang-kadang permainan yang ia mainkan itu sangat aneh.

TING!

Bunyi lift menandakan bahwa mereka sudah sampai di lantai yang di tuju. Keluar dengan terburu-buru dan langsung berlari menuju tempat yang Sungmin cari. Ia sedang tidak sabaran hari ini.

“Hati-hati Minnie… nanti jatuh!” Ucap eomma Sungmin sambil memegang pergelangan anaknya yang sedang terburu-buru.

“Eomma lambat, Ish!” Protesnya.

Satu menit perjalanan dari lift menuju apartement Kyuhyun lumayan membuat Sungmin kesal pada eommanya. Tidak tau ada apa, tapi Sungmin benar-benar tidak sabaran. Seperti menyeret eommanya agar bejalan lebih cepat. Setelah berjalan lumayan lama, mereka sampai di depan pintu orang yang mereka cari.

“Kyunnie~ buka pintunya!” Teriak Sungmin sembari menggedor-gedor pintu apartement Kyuhyun.

“Chagiya~ sabar…”

“Kyunnie tidak akan membuka pintunya jika Mingie tidak menggedor pintu seperti itu eomma~!”

Eomma Sungmin hanya bisa bergeleng-geleng ketika melihat reaksi putra sulungnya itu. Pikir saja, ia seperti sedang merindukan kekasihnya. Tidak sabaran dan jadi emosian. Eomma Sungmin tersenyum membayangkan itu.

Ceklek!

Pintu terbuka, menampilkan seorang namja tampan. Rambut brunettenya terlihat sangat berantakan seperti baru bangun tidur. Tidak mengenakan pakaian lengkap, hanya menggunakan baju handuk berwarna putih. Eomma Sungmin yang melihat itu hanya tersenyum saja.

“Mingie ada apa kemari? Kau merindukan ku, eoh?” kata orang itu masih mengucek-ngucek matanya tanpa melihat siapa dulu yang datang. Padahal tepat di hadapannya Sungmin sudah menutup mata dan eomma Sungmin yang tersenyum melihat tingkah polos anaknya.

” Iiiiiish, Kyunnie! Ada eomma disini! Tidak tau malu…. Iiiiish!” Ucapan sungmin otomatis membuat Kyuhyun kaget. Ia menatap dua orang yang sedang ada di depannya itu. Dengan senyum canggung, ia membungkuk pada eomma Sungmin.

“… Eommanim… mianhae, aku tidak tau kalau Sungmin datang bersamamu.” Kata Kyuhyun canggung. Terlihat bulatan merah di pipinya.

“Mianhae sudah menganggu waktu tidurmu Kyu. Aku hanya ingin menitipkan Sungmin pada mu. Sungjin sedang belajar karena ada ujian dan aku harus ke caffe. Aku pikir… dengan mu, Sungmin akan baik-baik saja.”

“…aah, ne aku akan menjaga Sungmin sampai eommanim pulang.”

“Terimakasih Kyu. Oh iya, ini kue kesukaan Sungmin. Kalau Sungmin bosan dan mulai tidak mau diam, berikan kue ini.” Ucap Eomma Sungmin seraya menyerahkan bungkusan yang berlogokan caffe milik nya.

“Ne, eommanim.”

“Ada kue untukmu juga. Tolong jaga Sungmin, ne~”

“Dengan senang hati eommanim.”

Eomma Sungmin tersenyum lembut. Ia benar-benar merasa beruntung menemukan pria sebaik dan seperhatian Kyuhyun. Mau menjaga putra sulungnya dengan penuh kasih sayang. Betapa berharapnya ia bisa menyerahkan Sungmin seutuhnya pada Kyuhyun. Tak perduli Sungmin dan Kyuhyun namja. Yang ia inginkan adalah adanya seseorang yang mau melindungi anaknya dengan sepenuh hati dan ia menemukan itu semua ada dalam diri Kyuhyun.

“Naah… Mingie~…”

“Iiish eomma! Hanya Kyunnie yang boleh memanggil Minnie dengan sebutan Mingie!” Potong Sungmin tegas. Ia memprotes dan berusaha memperingati eommanya.

“Arraso arraso… eomma lupa, hehehe. Jangan nakal eoh?” Ujar eomma Sungmin terkekeh. Kyuhyun yang merasa malu karena ketahuan sudah mengclaim anak Nyonya Lee hanya bisa menggaruk tengkuknya. Betapa jujurnya seorang Lee Sungmin, Membuat Kyuhyun semakin gemas saja.

“Kau lihat sendiri tingkah anakku, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Terimakasih untuk semuanya Kyuhyun…” Ucap eomma Sungmin penuh haru. “Aku permisi dulu.” Lanjutnya.

Kyuhyun tersenyum, ‘Ini belum seberapa eommanim. Aku belum mengerahkan semuanya untuk Sungmin-mu. Tapi, suatu saat, Sungmin-mu akan menjadi Sungmin-ku. Menjaganya sampai kapanmu. Aku berjanji. Demi cintaku padanya….’ Batin Kyuhyun senang.

Eomma Sungmin sudah berlalu dari tempat mereka. meninggalkan anak sulungnya di apartemen Kyuhyun. Meminta Kyuhyun untuk menjaganya. Dapatkan Kyuhyun menahan gejolaknya? Semoga saja.

“Ayo masuk~” Ajak Kyuhyun.

“Ne~” Jawab Sungmin sumringah. “Mingie merindukan Kyunnie~~” Sungmin berlari berhamburan kepelukan Kyuhyun. Padahal Kyuhyun sedang memegang kue yang di berikan eomma Sungmin. Untung saja kuenya tak jatuh.

“Hati-hati chagiya~, nanti kue mu jatuh.”

“Hehehehe, mianhe~”

Kyuhyun tersenyum. Memperhatikan wajah cerah Sungmin membuat ia blushing sendiri. Entah kenapa bibir itu selalu menggodanya. Pipi bulat itu seakan memanggilnya untuk di sentuh. Aaaaah, hal yang tak pernah Kyuhyun rasakan terhadap orang lain. Hanya Sungmin yang bisa membuatnya seperti ini.

Kyuhyun menutup pintu apartemen dan mengajak Sungmin untuk duduk di sofa. Ia tak berniat sama sekali untuk mengganti bajunya dengan yang lebih pantas. Malahan, ia duduk berhadapan dengan Sungmin. Menatap Sungmin lekat.

Ia sentuh pipi gembul itu dengan sangat lembut. Tersenyum saat merasakan kelembutan dari permukaan pipi itu. Ya tuhan… izinkan Kyuhyun untuk menggigit pipi itu dengan gemas. Menandai semua permukaan kulit mulus milik Sungmin sebanyak mungkin dan mengclaim bahwa Sungmin adalah miliknya.

“Kau cantik, Mingie~” Puji Kyuhyun. Ia terus saja tersenyum saat memuji Sungmin. Tak akan pernah ada kata bosan untuk memuji Sungmin-nya. Sungmin benar-benar sudah mematahkan hasratnya pada siapapun. Sungmin sudah mengalihkan semua perasaan Kyuhyun padanya. Sekarang, yang ada di otak Kyuhyun adalah Sungmin, Sungmin, dan hanya SUNGMIN!

“Kyunnie sudah sangat sering mengatakan itu untuk Mingie~.” Jawab Sungmin menikmati sentuhan tangan Kyuhyun di pipinya.

“Aku mencintaimu~ sangat mencintaimu Mingie~”

“Mingie juga mencintai Kyunnie~”

Kyuhyun tersenyum. Ia turunkan tangannya dan meraih tangan kiri Sungmin. Menuntun Sungmin untuk duduk di pangkuannya.

“Mingie harum sekali~, sudah mandi, eoh?” Tanya Kyuhyun ketika Sungmin sudah duduk di pangkuannya dan menciumi perpotongan leher Sungmin.

“Sudah doong… kan Mingie mau bertemu Kyunnie, jadi harus wangi.”

“Mau menggodaku, eoh?” Masih menciumi leher Sungmin dan mulai turun kearah pinggiran ketiak Sungmin.

“hihihihihi… geli Kyunnie~”

Kyuhyun menghentikan aksinya, ia mulai tersenyum nakal dan menangkup pipi bulat Sungmin. “Ciuman selamat datangnya mana?” Pinta Kyuhyun manja.

Sungmin tersenyum malu dan menundukan kepalanya. Ia benar-benar senang saat kyuhyun mencium bibir atau pipinya. Rasanya begitu manis melebihi ice cream strawberry favoritnya.

“Malu, eoh?” Tanya Kyuhyun. Sungmin tetap menunduk dengan bulatan merah terpampang di pipi gembulnya. “Aaaaaaah Menggairahkan!” Ucap Kyuhyun seraya mengangkat wajah Sungmin dan menangkup pipinya. Tanpa menunggu Sungmin siap, di lumatnya bibir plump itu dengan gemas dan basah. Membuat Sungmin perlahan memejamkan matanya. Menikmati setiap hisapan, lumatan, dan jilatan di bibirnya.

“Nghhh” Sungmin mendesah. “Sudahhh,.. eummhh… Kyunnieehh~” Ucap Sungmin di sela ciumannya.

“Diam… isi batrei sebentar~”

Kyuhyun masih betah untuk melakukan itu. Seakan ingin melahap habis bibir pink menggoda milik Sungmin. Kyuhyun sudah tergila-gila pada Sungmin. Dihisap, dilumat, dan dijilat masih Kyuhyun lakukan untuk beberapa menit kedepan. Kyuhyun belum puas. Ia masih merindukan Sungmin. Ia ingin bermesraan dengan Sungminnya. Tapi Tiba-tiba…

KRUK!

“AAUUUWW!” Pekik Kyuhyun kesakitan dan langsung menjauhkan bibirnya dari bibir Sungmin. Memegang bibirnya yang terasa sakit. “Sakit Mingie!” Ujarnya kesal.

Sungmin menggigir bibir bawah Kyuhyun. Ia sudah sesak dan meminta untuk berhenti, tapi Kyuhyun sama sekali tak menghiraukannya. Sungmin kesal. Dengan gemas ia gigit saja bibir Kyuhyun yang sedang asik melahap bibirnya.

“Rasakan! Mingie bilang sudah, ya sudah! Mingie sesak Kyunnie~ kenapa tidak pelan-pelan saja. Iiish, liurnya kemana-mana kan! Kyunnie jorok!” Kata Sungmin kesal sembari memarahi Kyuhyun dan menghapus bekas saliva mereka yang tercetak jelas di bibir Sungmin. Basah dan merah. Menggoda!

“Tapi Mingie tidak perlu menggigit bibirku! Mingie bilang ingin sering-sering di cium oleh Kyunnie, Tapi kenapa tadi Mingie menggigit bibir Kyunnie?”

“Habisnya Kyunnie mau makan bibir Mingie~”

Ceeeeessssssssss~

Kyuhyun sweetdrop seketika. Ia blusshing ketika mendengar jawaban polos dari Sungmin. Salahnya mencium Sungmin dengan seliar itu. Harusnya lebih hati-hati dan lembut.

“Mianhae~” Ucap Kyuhyun meminta maaf.

Sungmin melirik Kyuhyun. Ia tatap Kyuhyun lekat dan mulai tersenyum lembut. “Ne~ Mingie memaafkan Kyunnie.” Jawab Sungmin. Sebenarnya Sungmin tidak marah. Sungmin suka di saat Kyuhyun menciumnya, tapitidak seperti tadi caranya.

Kyuhyun tersenyum. “Lain kali, Kyunnie akan pelan-pelan.

Sungmin mengangguk dan tersenyum senang. “Mau lagi?” Tawar Kyuhyun.

“Tanpa menjawab, Sungmin langsung melingkarkan tangannya di pundak Kyuhyun dan mulai menghapus jarak diantara mereka. mengakibatkan bibir mereka bertemu lagi. lembut dan penuh perasaan. Walaupun tetap Kyuhyun yang mendominasi. Sungmin hanya bisa tersenyum di sela ciumannya ketika tangan Kyuhyun sudah mulai nakal meraba dan menyentuh permukaan tubuh Sungmin dari luar kausnya. Sungmin kegelian ternyata.

“Hihihihi~ geli…” Potong Sungmin melepaskan tautan bibirnya –lagi-

“Mingie diam saja, pasti enak…” Ucap Kyuhyun dengan seringai khas miliknya.

.

 

TBC

Iklan

One response

  1. Kyuhyun benar” membawa pengaruh buruk bagi sungmin,kayanya eomma sungmin kurang beruntung kalau dapetin kyuhyun buat lindungin sungmin,yg ada sungmin terancam baahaya sama pelindungnya sendiri hahaha xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s